Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Ilustrasi gelombang di pantai./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Warga yang berada di pesisir selatan DIY, harus mewaspadai adanya terpaan angin kencang selama sepekan ke depan yang mengakibatkan naiknya tinggi gelombang laut. Bahkan diperkirakan pada Rabu (4/9/2019), tinggi gelombang di perairan selatan DIY mencapai 3-5 meter.
Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan peningkatan kecepatan angin tersebut disebabkan adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara wilayah Australia dengan Laut Cina Selatan.
Adapun peningkatan kecepatan angin di DIY, kata dia, diperkirakan bisa mencapai antara 30-55 kilometer per jam. “Inilah yang kemudian memicu terjadinya ombak tinggi di perairan selatan Pulau Jawa, tak terkecuali DIY,” kata dia melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (3/9/2019).
Dia mengatakan kenaikan tinggi gelombang di perairan selatan DIY diperkirakan akan terjadi sejak 1-6 September mendatang dengan rentang ketinggian yang beragam, yakni antara 2,5-5 meter. Puncak kenaikan ketinggian gelombang laut, kata dia, diperkirakan terjadi pada Rabu. Dari hasil prakiraan, ketinggian gelombang bisa mencapai 3-5 meter.
Oleh sebab itu, dia mengimbau kepada nelayan untuk sementara tidak melaut dan menambatkan perahu mereka di tempat yang lebih aman. “Dengan begitu, perahu mereka tidak rusak jika diterjang ombak besar,” ucap Reni.
Selain itu Reni juga mengingatkan kepada masyarakat yang memiliki tempat usaha di pesisir pantai untuk berhati-hati. Pasalnya kenaikan tinggi gelombang laut tersebut bisa memicu terjadinya abrasi yang merusak bangunan milik warga. “Untuk wisatawan, jangan turun ke laut. Tetap patuhi arahan Tim SAR yang bertugas. Selain itu, pantau informasi resmi hanya dari kami [BMKG DIY],” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.