Segera Merapat, Jadwal SIM Gunungkidul 28 Oktober 2026 di Wiladeg Karangmojo
Cek jadwal layanan SIM Gunungkidul, Rabu 28 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan, syarat perpanjangan, dan ketentuan SIM kedaluwarsa.
Pegawai dan pelajar menorehkan malam dengan canting dalam acara Nyanting Bersama di sepanjang Jalan Sukonandi, Jogja, Jumat (04/10/2019). Kegiatan nyanting atau membatik bersama yang diikuti 10 instansi pemerintah dan sekolah di Yogyakarta tersebut untuk memotivasi masyarakat dalam melestarikan batik sebagai karya seni asli Indonesia serta dalam rangkaian memperingati Satu Dasawarsa Hari Batik Nasional. /Harian Jogja-Desi Suryanto.
Harianjogja.com, JOGJA—Pelajar dan pegawai instansi yang berada di kawasan Sukonandi mengikuti kegiatan membatik bersama dengan tajuk Nyantig Bareng di sepanjang Jalan Sukonandi, Kota Jogja, Jumat (4/10/2019). Kegiatan itu untuk meningkatkan kecintaan seluruh elemen masyarakat terhadap batik Indonesia.
Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta Titik Purwati Widowati menjelaskan, batik menjadi salah satu dari 10 kebudayaan asli Indonesia. Saat ini, batik tidak lagi identik dipakai pada acara bernuansa tradisional atau seni budaya, namun batik telah tampil sebagai salah satu fashion baik untuk kegiatan formal atau informal.
“Industri batik merupakan rumpun industri kreatif yang mengakar pada tradisi turun temurun bangsa Indonesia, sebagian besar pelaku usaha adalah industri kecil dan menengah,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com.
Ia menambahkan, industri batik termasuk salah satu penggerak ekonomi rakyat, yang memberikan konstribusi signifikan untuk penyerapan tenaga kerja dan penyumbang devisa ekspor. Sejalan dengan itu pihaknya sebagai institusi yang menangani litbang kerajinan dan batik turut berperan aktif dalam melestarikan batik, salah satunya melalui kegiatan membatik bersama sebagai salah satu rangkaian Hari Batik Nasional.
“Harapannya bisa menumbuhkan kecintaan terhadap batik, serta memotivasi masyarakat dalam melestarikan batik sebagai karya seni asli Indonesia serta pemahaman yang benar antara produk batik dan bukan batik,” katanya.
Kegiatan itu, lanjutnya, diikuti pegawai instansi di lingkungan Sukonandi yang tergabung dalam Paguyuban Instansi Sukonandi (PIS) Yogyakarta serta pelajar yang sekolahnya berada di kawasan tersebut. Pihaknya menyediakan seluruh peralatan membatik seperti canting, kompor listrik, wajan mini, malam dan kain putih berukuran 25 meter yang telah digambari motif desain batik. Peserta dibagi 10 kelompok dan setiap kelompok didampingi oleh pembimbing dari BBKB.
“Setiap peserta diberi kain berukuran 115 cm x 25 cm yang sudah diberikan pola desain batik untuk kemudian dibatik dan hasilnya jadi souvenir pribadi,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal layanan SIM Gunungkidul, Rabu 28 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan, syarat perpanjangan, dan ketentuan SIM kedaluwarsa.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.