Budaya Tionghoa Turut Pengaruhi Motif Batik

Ilustrasi batik. - Bisnis Indonesia/Rachman
03 Oktober 2019 09:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

 Harianjogja.com, JOGJA—Budaya dari luar termasuk Tionghoa turut memengaruhi corak motif batik yang ada di Indonesia.

 Peneliti Batik dari DIY, Sardi mengatakan ada beberapa pengaruh dari negara lain yang masuk di Indonesia, mulai dari India, Jepang, Tiongkok dan beberapa negara lainnya. “Kalau Tiongkok punya ciri khas dari warnanya yang cerah, motif burung phoenix, kupu-kupu dan apa yang ada budaya disana,” kata Sardi, Rabu (2/10).

Ia mengatakan tren pasar saat ini juga terus berkembang sehingga berbagai motif baru pun bermunculan. Termasuk pengembangan teknologinya. “Untuk yang tradisi sudah ada memang harus dipertahankan, tetapi kalau inovasi kan tidak bisa dibendung juga,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan Jasa Teknik, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) JogjaHeri Pramono mengatakan motif batik itu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan. “Di Jogja sendiri saat ini tidak hanya motif asli Jogja. Kemudian di Lasem [Rembang, Jawa Tengah] hampir sebagian besar desain dari Tiongkok sehingga warna berpengaruh. Terkait dengan batik di Pekalongan, Jawa Tengah juga sama. Batik di sana berkembang di daerah pesisir, banyak pendatang dari Tiongkok membawa budaya mereka,” ujarnya.

Dia berharap batik-batik Nusantara tetap lestari, di tengah semakin berkembangnya motif batik dari waktu ke waktu. Termasuk ia berharap anak muda dapat menghilangkan stigma batik hanya untuk orang tua.

 Serba-Serbi Batik Encim

  • Batik encim merupakan akulturasi budaya, Indonesia, Belanda dan Tionghoa.
  • Motif khas batik encim berupa buket bunga yang dikelilingi kupu-kupu dan burung.
  • Jenis buket bunga biasanya soka, mawar, anyeli, dan magnolia.
  • Buket bunga dari kata bouqet merupakan serapan dari bahasa Belanda.
  • Motif kupu-kupu dan burung yang mengelilingi bunga merupakan pengaruh Tionghoa.
  • Batik encim dikenal sebagai batik Tionghoa peranakan bergaya Belanda.
  • Dulu batik ini banyak dipakai perempuan peranakan Tionghoa.
  • Encim diserap dari bahasa Hokian , yaitu cici untuk menyebut kakak perempuan.
  • Latar batik encim biasanya polos, jika ada motif kecil disebut tanahan.
  • Batik encim umumnya diproduksi dengan teknik cap dengan pewarnaan colet.
  • Warna batik encim biasanya cerah atau warna pastel.
  • Padu padan batik encim adalah kebaya encim dengan warna senada motif atau latar batik.
  • Penyebaran batik encim diSumatra, Kalimatan, Jawa, Bali dan khususnya Jakarta/Batavia.
  • Produk banyak diproduksi di Pekalongan, Jawa Tengah karena daerah ini dikenal sebagai masyarakat yang heterogen.

 Diolah dari berbagai sumber