Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Seorang pengendara sepeda motor melintas di depan kawasan Pasar Karangijo, Kecamatan Ponjong, yang mulai dibangun, Kamis (3/10/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul harus merevisi target penyelesaian pembangunan Pasar Karangijo di Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong. Hal ini tidak lepas dari anggaran tugas pembantuan (TP) dari Pemerintah Pusat yang tidak sesuai dengan perencanaan.
Saat mengajukan bantuan Disperindag menargetkan dana TP cair sebesar Rp6 miliar. Namun realisasinya hanya turun Rp4 miliar sehingga target penyelesaiannya mundur satu tahun dan direncanakan selesai di 2020.
Kepala Bidang Pasar Disperindag Gunungkidul, Ari Setiawan, mengatakan pembangunan Pasar Karangijo tidak selesai di tahun ini. Pasalnya, anggaran yang dimiliki tidak mencukupi untuk pembangunan keseluruhan pasar. “Target penyelesaian kami undur hingga tahun depan,” katanya, Jumat (4/10/2019).
Dia menjelaskan mundurnya target penyelesaian tidak lepas dari anggaran TP yang meleset dari target. “Kami minta Rp6 miliar tapi yang turun hanya Rp4 miliar. Untuk alokasi dana yang turun Disperindag tidak bisa berbuat banyak karena kebijakan berada di tangan Pemerintah Pusat,” katanya.
Ari mengatakan dengan dana TP sebesar Rp4 miliar maka Disperindag harus mengubah perencanaan, salah satunya menyangkut target penyelesaian pembangunan yang diundur hingga tahun depan. “Kami harus merubah perencanaan yang telah disusun sejak awal. Untuk tahun ini, pembangunan hanya menyasar sebagaian bangunan pasar, dan sisanya diselesaikan tahun depan,” tuturnya.
Guna menyelesaikan pembanguan di tahun depan Disperindag berencana kembali mengakses bantuan dari Pusat. Selain mengajukan dana TP, Disperindag akan memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK). “Untuk tahun ini kami selesaikan sesuai dengan anggaran yang ada. Yang jelas pembangunan Pasar Karangijo masih dilanjutkan di tahun depan,” katanya.
Salah seorang pedagang di Pasar Karangijo, Wartini, mengatakan pembangunan pasar sudah dimulai sejak beberapa hari yang lalu. Menurut dia pembangunan tidak dilaksanakan secara menyeluruh karena proses baru menyasar di sisi timur. “Yang barat belum karena pembangunan baru di sisi timur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.