Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Kolam ikan dan lahan tanaman jagung yang berada di sekitar sumur bor di Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin. Foto diambil belum lama ini./Istimewa-Dokumen Pemdes Bendung, Semin.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Luapan air dari sumur bor di Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, yang muncul sejak beberapa waktu lalu tak hanya digunakan untuk pertanian. Oleh warga, air dimanfaatkan untuk budi daya ikan.
Kepala Desa Bendung, Didik Rubiyanto, mengatakan sejak Agustus lalu sumur bor yang dibuat di lahan milik Sutilah mengeluarkan air tanpa bantuan mesin pompa. Hingga sekarang, air terus mengalir sehingga keberadaannya dimanfaatkan untuk pertanian di sekitar lokasi. “Sebelum ada sumur kondisi lahan sangat kering. Tapi sekarang bisa ditanami jagung dan terong,” kata Didik, Jumat (1/11/2019).
Menurut dia, keberadaan sumur juga dimanfaatkan untuk budi daya perikanan. Di dekat sumur dibuat lima buah kolam yang dimanfaatkan untuk memelihara ikan. “Di sekitar sumur sekarang bisa lebih hijau meski kondisinya masih musim kemarau,” tuturnya.
Dikatakan Didik, hingga saat ini masih banyak warga, baik yang berasal dari wilayah sekitar maupun dari luar daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, terus berdatangan untuk melihat fenomena sumur yang terus mengeluarkan air tanpa bantuan mesin pompa. “Masih banyak yang datang dan mudah-mudahan potensi ini bisa dikembangkan menjadi detinasi wisata,” kata dia.
Pemilik sumur bor, Sutilah, mengatakan sumur bor di lahan miliknya bermanfaat untuk pemeliharaan tanaman pertanian seluas kurang lebih tiga hektare dan budi daya ikan. “Untuk pemanfaatan tanpa biaya karena air dari sumur [keluar sendiri] kemudian disalurkan ke kolam dan selanjutnya ke lahan-lahan di sekitarnya,” katanya.
Dia berharap kolam-kolam ikan yang dibuat dapat memberikan nilai tambah selain dari hasil pertanian. “Yang jelas senang karena sumur bisa berguna. Dulu sebelum ada sumur bor, lahan dibiarkan kosong saat kemarau, tapi sekarang tetap bisa dimanfaatkan karena air bisa diperoleh dengan mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.