Gelombang Tinggi, 3 Perahu Nelayan Tenggelam Diterjang Ombak
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Kolam ikan dan lahan tanaman jagung yang berada di sekitar sumur bor di Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin. Foto diambil belum lama ini./Istimewa-Dokumen Pemdes Bendung, Semin.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Luapan air dari sumur bor di Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, yang muncul sejak beberapa waktu lalu tak hanya digunakan untuk pertanian. Oleh warga, air dimanfaatkan untuk budi daya ikan.
Kepala Desa Bendung, Didik Rubiyanto, mengatakan sejak Agustus lalu sumur bor yang dibuat di lahan milik Sutilah mengeluarkan air tanpa bantuan mesin pompa. Hingga sekarang, air terus mengalir sehingga keberadaannya dimanfaatkan untuk pertanian di sekitar lokasi. “Sebelum ada sumur kondisi lahan sangat kering. Tapi sekarang bisa ditanami jagung dan terong,” kata Didik, Jumat (1/11/2019).
Menurut dia, keberadaan sumur juga dimanfaatkan untuk budi daya perikanan. Di dekat sumur dibuat lima buah kolam yang dimanfaatkan untuk memelihara ikan. “Di sekitar sumur sekarang bisa lebih hijau meski kondisinya masih musim kemarau,” tuturnya.
Dikatakan Didik, hingga saat ini masih banyak warga, baik yang berasal dari wilayah sekitar maupun dari luar daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, terus berdatangan untuk melihat fenomena sumur yang terus mengeluarkan air tanpa bantuan mesin pompa. “Masih banyak yang datang dan mudah-mudahan potensi ini bisa dikembangkan menjadi detinasi wisata,” kata dia.
Pemilik sumur bor, Sutilah, mengatakan sumur bor di lahan miliknya bermanfaat untuk pemeliharaan tanaman pertanian seluas kurang lebih tiga hektare dan budi daya ikan. “Untuk pemanfaatan tanpa biaya karena air dari sumur [keluar sendiri] kemudian disalurkan ke kolam dan selanjutnya ke lahan-lahan di sekitarnya,” katanya.
Dia berharap kolam-kolam ikan yang dibuat dapat memberikan nilai tambah selain dari hasil pertanian. “Yang jelas senang karena sumur bisa berguna. Dulu sebelum ada sumur bor, lahan dibiarkan kosong saat kemarau, tapi sekarang tetap bisa dimanfaatkan karena air bisa diperoleh dengan mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Pakar UMY Susilo Nur Aji menilai desil DTSEN bukan label mutlak kesejahteraan dan perlu dievaluasi sesuai dinamika ekonomi keluarga.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
Video pencopotan logo Bank Mandiri di gedung Jakarta viral di tengah polemik rekening Mas Botok yang mendapat sorotan publik.
Nezar Patria menyoroti tantangan AI dalam peradilan, terutama autentikasi bukti digital, sekaligus manfaatnya membantu administrasi kasus.