Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Kelik Yuniantoro (kiri), menyerahkan cinderamata kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram I Made Swastika Negara, Rabu (13/11/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menggelar kunjungan kerja ke Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/11/2019). Selain untuk memperat tali persaudaraan, kunjungan bertujuan melihat pengembangan program wisata halal di Kota Mataram.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan kunjungan yang dilakukan bersama rombongan wartawan ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengembangan wisata halal yang dikembangkan oleh Pemkot Mataram.
Menurut dia, banyak manfaat yang diperoleh dalam kunjungan ini karena program yang dikembangkan bisa disinergikan di Gunungkidul. Salah satunya untuk peningkatan pendapatan asli daerah. “Kami juga bertukar pikiran terkait dengan promosi yang memanfaatkan keberadaan media, baik cetak maupun elektronik,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, I Made Swastika Negara, mengatakan wisata halal yang dikembangkan salah satunya untuk menarik wisatawan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Menurut dia program ini dikembangkan untuk memberikan rasa aman terhadap wisatawan saat berkunjung.
Dijelaskan Swastika, dalam pengembangan wisata halal ada yang harus ditaati oleh pelaku wisata. Ia mencontohkan untuk olahan makanan yang diproduksi diwajibkan memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia. “Sertifikat ini untuk menjamin kelayakan produksi sehingga wisatawan yang membeli bisa mendapatkan rasa aman,” katanya.
Selain itu, dalam pengembangan wisata halal juga mewajibkan setiap destinasi wisata menyediakan fasilitas tempat beribadah sehingga pengunjung dapat menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Hal yang sama juga berlaku di tempat menginap. “Ini tidak hanya untuk pengunjung yang beragama Islam, tapi untuk tempat peribadatan agama lain juga disediakan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.