Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Ilustrasi CPNS. /Antara Foto-Adwit B Pramono
Harianjogja.com, JOGJA-- Merespons keluhan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang kesulitan memperoleh Surat keterangan sehat jasmani dan rohani, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memberi dispensasi persyaratan dengan cukup melampirkan surat keterangan sehat jasmani, yang bisa didapatkan di pusksmas.
Kabid Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jogja, Ary Iryawan, menjelaskan surat keterangan sehat jasmani dan rohani memang menjadi salah satu persyaratan wajib peserta CPNS saat hendak mendaftar, di samping beberapa syarat lain seperti SKCK dan AK1 atau Kartu Kuning.
Surat keterangan sehat jasmani bisa didapatkan di puskesmas mana pun, sedangkan surat keterangan rohani harus didapatkan dari rumah sakit milik pemerintah. Yang terakhir ini menjadi masalah, pasalnya peserta yang jumlahnya ribuan langsung menyerbu RSUD Jogja, sementara kuota layanan per hari hanya sekitar 300-an peserta.
Akibatnya terjadi antrean panjang, bahkan banyak peserta yang sudah datang di rumah sakit sejak pukul 24.00 WIB untuk mengantre. Dari pantauan Parian Jogja, kuota cek kesehatan rohani di RSUD Jogja sampai Sabtu (23/11/2019) telah habis pada Rabu (20/11/2019) pagi.
"Maka kebijakan di Pemkot Jogja, walaupun di pengumuman mensyaratkan keterangan sehat jasmani dan rohani, kami permudah dengan cukup keteragnan sehat jasmani dari puskesmas. Sudah kami nyatakan memenuhi syarat," katanya, Kamis (21/11/2019).
Ia menegaskan kebijakan ini hanya berlaku bagi peserta yang mendaftar CPNS di lingkungan Pemkot Jogja, sementara di pemerintahan daerah lainnya, tetap sesuai kebijakan masing-masing. "Kalau yang lain kami tidak berwenang, sesuai kebijakan instansinya sendiri," ujarnya.
Menurutnya, sejauh ini masih banyak ditemukan peserta yang kurang cermat melihat tujuan posisi yang dilamarnya. Masih ada beberapa yang tidak bisa membedakan antara Pemerintah Kota Jogja dengan DIY, padahal persyaratannya pun berbeda, sehingga menyebabkan mereka tidak lolos administrasi.
Jadwal pendaftaran CPNS di Kota Jogja masih dibuka sampai Selasa (26/11/2019) pukul 23.59 WIB. Sampai pada Kamis (21/11/2019) siang, jumlah pendaftar telah mencapai 1.581 peserta dan yang telah mengunggah berkas sebanyak 315 peserta.
Adapun posisi favorit yang dilamar peserta yakni Analis Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan, pamong budaya, guru IPA, bidan, dan perawat. Sementara sejumlah posisi masih kosong meliputi pranata pmadam kebakaran, penyusun bahan bantuan hukum, analis bahan perencanaan ketenagakerjaan, fisikawan medis, psikolog klinis, Satpol PP, Perencanaan Peraturan Perundangang-Undangan dan Arsiparis.
"Masih kosong bukan berarti tidak ada yang mendaftar. Mungkin mereka sudah submit, tapi belum mengupload berkas, karena belum lengkap. Upload berkas memang seharusnya setelah dipastikan lengkap," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.
Polresta Jogja menahan tiga dari lima tersangka baru kasus dugaan kekerasan di Little Aresha Daycare. Satu tersangka tidak ditahan karena memiliki bayi.
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Rumah di Karanganyar terbakar diduga akibat anak berusia delapan tahun bermain korek api. Damkar Sragen membantu pemadaman selama sekitar 30 menit.
GoPay mengalami gangguan pada Selasa siang. Pengguna Gojek kesulitan top up dan bertransaksi, sementara saldo dan data dipastikan tetap aman.