Heboh Pisang Bertandan Ganda di Gunungkidul, Bisa Jadi Varietas Unggul
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) bakal memetakan alur sungai bawah tanah di Bumi Handayani. Diharapkan dengan pemetaan ini menjadi salah satu upaya mengatasi krisis air yang terjadi saat kemarau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Drajad Ruswandono, mengatakan untuk mengatasi kekeringan saat kemarau Pemkab tidak ingin terus-terusan bergantung dengan dropping dan bantuan pihak swasta. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini Pemkab bersama dengan BBWSSO bakal memetakan aliran sungai bawah tanah.
Menurut dia untuk saat ini sudah ada kajian berkaitan dengan keberadaan sungai bawah tanah seperti di Baron, Bribin, Grubuk, Toto hingga Seropan. Meski demikian alur dari sungai-sungai ini belum diketahui secara pasti sehingga perlu dilakukan pemetaan. “Tahun depan mulai kami petakan,” kata Drajad kepada wartawan, Minggu (24/11/2019).
Dia menjelaskan pemetaan ini sangat penting untuk mengatasi masalah kekeringan yang terjadi setiap tahun. Apabila jalur sungai bawah tanah telah diketahui maka bisa dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Untuk pengangkatan, kata Drajad, dapat dilakukan dua cara. Cara pertama dengan mengebor di titik yang ada aliran air sungai. Sedangkan cara kedua dengan membendung sungai bawah tanah di bagian hilir sehingga air tampungan bisa sampai ke hulu untuk kemudian disalurkan ke masyarakat. “Ini salah satu upaya yang akan dilakukan di tahun depan dan mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik sehingga dapat membantu mengatasi masalah kekeringan,” kata mantan Sekretaris DPRD DIY ini.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Menurut dia untuk mengatasi krisis air Pemkab tidak boleh terus-terusan mengandalkan bantuan. “Untuk itu pemetaan potensi sumber air sangat dibutuhkan sehingga keberadannya bisa dimanfaatkan guna mengatasi masalah krisis saat kemarau,” katanya.
Endah menuturkan untuk mengoptimalkan dalam penanganan DPRD siap mengintensifkan komunikasi dengan OPD di lingkup Pemkab. Diharapkan dengan koordinasi yang baik, maka pelaksanaan program dapat optimal. “Intinya masalah krisis air yang selalu terjadi setiap tahun harus diatasi dengan memanfaatkan potensi sumber-sumber yang dimiliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
Aldila Sutjiadi sukses melaju ke final Morocco Open 2026. Simak perjuangan Aldila/Zvonareva menuju gelar juara WTA 250 malam ini pukul 21.20 WIB.