Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Salah satu tarian yang ditampilkan dalam Gelar Atraksi Tari Wisata di Rumah Budaya Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram Yogyakarta, Kamis (19/12/2019) malam./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Guna terus menunjukkan eksistensi tari tradisional Jawa baik klasik maupun kreasi baru, Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram mementaskan Gelar Atraksi Tari Wisata di Rumah Budaya Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram Yogyakarta, Kamis (19/12/2019) malam.
Pentas yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu dibuka dengan tari Mangastuti Pujo yang dimainkan oleh dua penari, Sabrina Nurul Pritisari dan Dewati Rahmayani. Tarian itu berkisah tentang kewajiban manusia sebagai makhluk Tuhan untuk selalu ingat kepada Sang Pencipta.
Pertunjukan kedua, ditampilkan Tari Perang Janoko-Cakil yang dibawakan oleh dua penari pula, Sagitaka dan Fendy. Tari ini menggambarkan perang antara budi luhur dan sifat angkara. Cakil sebagai simbol angkara selalu berusaha mengalahkan Janaka yang berbudi luhur, namun tidak pernah berhasil.
Setelah itu kemudian disusul tari-tari lain, yakni Tari Golek Maya Asmara, Beksan Bhatara Wisnu-Prabu Kincoro Kresno dan Beksan Ontorjo-Burisrowo. Ditampilkan pula aksi dalang cilik Ramadhanu Aji Putra yang memainkan wayang kulit dengan lakon Kikid Tunggarana.
Ketua Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram Yogyakarta, KRT Sunaryadi Maharsiworo, mengatakan pihaknya kini tengan menyiapkan paket tarian untuk dikemas dalam paket wisata. "Berisi tarian Jogja yang sederhana dan pendek," katanya.
Dia menjelaskan Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram Yogyakarta yang berada di Jalan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Jogja, terbentuk sejak 1984. Saat ini, anggotanya sekitar 150 orang yang kebanyakan anak muda dan anak-anak.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Aria Nugrahadi, mengatakan pentas tarian tersebut menjadi potensi besar untuk mendukung pariwisata di DIY. "Harus terus dikuatkan karena ini merupakan karakter wisata DIY, yakni seni budaya. Maka kami mendorong kelompok seni untuk terus menunjukkan karyanya," katanya.
Untuk itu dia berharap pelaku seni dan perangkat pemerintahan setempat juga bisa bersinergi saling mendukung. Kegiatan seni bisa dimasukkan dalam paket wisata dan menjadi daya tarik wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 15 September 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur, mulai 05.05 hingga 22.35 WIB.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, serta biaya perpanjangan SIM A dan SIM C.
KPK menyebut Summarecon diduga terkait OTT dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor yang menangkap 17 orang.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia ke 5 tujuan dengan tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 hingga September.