30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul memastikan transferan dana desa (DD) pada 2020 naik sekitar Rp7,3 miliar. Meski begitu, nyatanya ada sejumlah desa yang nominal DD-nya justru turun.
Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Setda) Bantul, Kurniantoro, mengatakan kenaikan dana desa tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa. “Ada desa yang dana desanya naik ada juga yang turun,” kata Kurniantoro ketika ditemui wartawan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Senin (30/12/2019).
Dia menjelaskan tahun ini jumlah transferan DD yang diterima desa-desa di Bantul totalnya mencapai Rp98,3 miliar. Tahun depan, jumlah itu akan bertambah sekitar Rp7,3 miliar sehingga totalnya mencapai Rp106 miliar.
Salah satu desa yang tahun depan mendapatkan penambahan nominal DD adalah Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri. Tahun ini, kata Kurniantoro, Selopamioro mendapat transferan DD sebesar Rp2,2 miliar. Untuk tahun depan jumlahnya naik jadi Rp2,3 miliar.
Sedangkan jumlah DD terkecil tahun ini diperoleh Desa Imogiri dan Desa Jagalan yang hanya memperoleh transferan DD sekitar Rp900 juta.
Sekretaris Kecamatan Imogiri, Sunarto mengakui selama ini Desa Selopamioro memang termasuk desa dengan jumlah DD terbesar, lantaran kondisi warga miskin di desa tersebut cukup banyak. Saat ini pihaknya juga masih mencermati Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa APB-Des Selopamioro. “Untuk Desa Imogiri besaran DD-nya justru turun, dari sebelumnya Rp900 jutaan jadi Rp600 jutaan tahun depan. Apakah ada kemungkinan desa dikatakan maju atau bukan ini masih kami dalami,” kata Sunarto.
Padahal, kata Pejabat Sementara Kepala Desa Imogiri tersebut, Desa Imogiri merupakan ibu kota Kecamatan Imogiri sehingga program dan kegiatannya pun termasuk yang paling banyak.
Sebelumnya yang sudah dipastikan DD-nya naik adalah ada delapan desa. Kedelapan desa tersebut DD-nya naik karena dianggap sukses dalam mengelola DD.
Delapan desa itu masing-masing adalah Desa Tirtohargo, Kecamtan Kretek; Mangunan dan Jatimulyo, Kecamatan Dlingo; Sitimulyo, Kecamatan Piyungan; Potorono, Kecamatan Banguntapan; dan tiga desa di Kecamatan Bambanglipuro, yakni Desa Sumbermulyo, Sidomulyo, dan Mulyodadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.