Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026, Ada 15 Perjalanan
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Sri Sultan HB X/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Klithih atau kekerasan jalanan yang melibatkan remaja maupun pemuda merajalela di DIY dalam beberapa waktu terakhir.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan persoalan itu tidak bisa hilang apabila akar masalah di lingkungan keluarga tidak ditangani. Pemda DIY akan membentuk kelompok kerja (pokja) yang bisa menguatkan ketahanan keluarga guna mengurangu klithih.
Sultan mengatakan belum lama ini Pemda DIY sudah membahas problem ini dengan melibatkan berbagai pihak. Dari hasil pertemuan itu, ia menilai persoalan klithih berakar dari masalah keluarga. Musababnya, mayoritas pelaku kekerasan adalah anak yang dari keluarga bermasalah sepert broken home. Pokja dianggap sebagai salah satu cara ampuh untuk menangkal berulangnya klithih.
“Kami baru membuat konsep, strukturnya kira-kira bagaimana, bagi saya ini bagian dari yang dimaksud keluarga tangguh [ketahanan keluarga]. [Dari pembahasan] Kemarin kami sepakat masih ada pembicaraan sebulan lagi, bagaimana caranya kita membangun dialog dengan orang tua dari anak-anak,” kata Sultan saat diminta komentar mengenai maraknya klithih, Senin (13/1/2020).
HB X mengatakan kekerasan jalanan didominasi pelajar, tetapi sekolah bukan akar permasalahan. Sultan mengatakan kemungkinan anak tidak nyaman di dalam keluarga hingga kemudian keluar rumah untuk mencari pelampiasan.
“Itu bukan masalah di sekolah mungkin masalah di kehidupan keluarga, siapa tahu dia [pelaku] sebetulnya tidak merasa nyaman tinggal di rumah kan juga bisa. Kekerasan itu dilakukan karena pelarian juga bisa, dia minum minuman keras sebagai pelarian juga bisa karena mungkin enggak tahan di rumah,” ujarnya.
Mengatasi persoalan di keluarga sangat penting karena hukuman kepada pelaku klithih terbukti belum mampu menyelesaikan masalah.
“Persoalan seperti itu kan perlu dialog. Persoalannya apa, nanti waktu kami bertemu mereka [keluarga pelaku klithih], [kami tanyakan] apa yang bisa kami lakukan. Mungkin motifnya berbeda-beda, tetapi dari hasil penelitian psikolog, mayoritas [pelaku berasal dari] kehidupan rumah tangga broken home, kami coba [tangani] sebelum telanjur. Tidak hanya [penanganan] kulit tetapi kami berharap bicara [penanganan] pada isi. Kalau kulit ya dengan tindakan itu menyelesaikan masalah, tetapi selama keluarga itu tidak pernah diutuhkan kembali, selama itu juga kita akan ada masalah [klithih],” ujar Sultan.
HB X mengatakan dialog di keluarga saat ini sangat minim karena pengaruh teknologi. Dahulu sebelum ada gadget, orang tua bisa berdialog dengan anak pada saat di meja makan, tetapi saat ini jarang bisa dilakukan. “Kalau kita makan siang atau makan malam, makan pagi mungkin dengan anak cucu bisa dialog, tetapi sekarang kita makan, anaknya semua pada pegang HP. Akhirnya duduk sambil makan dalam keadaan diam, itu kan perubahan yang luar biasa dalam pendidikan keluarga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Polda Metro Jaya menyiapkan 27 kantong parkir di Monas, GBK, Kemayoran-Ancol saat perayaan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.
Harga emas dunia diproyeksikan menguat pekan depan. Emas diperkirakan bergerak US$4.186-US$4.572 per troy ounce.
Karhutla Gunung Bromo telah dipadamkan, tetapi tim gabungan tetap siaga mengantisipasi bara dan titik asap baru di kawasan tersebut.
RSUD Manggarai rusak akibat gempa M7,7. BNPB menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal untuk menjaga layanan kesehatan.
Kemhan memastikan J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan kapal milik swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung program pemerintah.