PNBP Tembus Rp492,3 Triliun, Kemenkeu Antisipasi Beban Subsidi
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Ilustrasi. /Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Harianjogja.com, JOGJA--Kejahatan jalanan alias klithih yang menyasar driver ojek online menimbulkan kekhawatiran para pengemudi transportasi daring itu.
Komunitas Antar-Ojek Online (Ojol) Yogyakarta mendesak aparat berwenang untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan atau klitih. Desakan ini dilakukan karena sudah banyak pengemudi ojol menjadi sasaran aksi kekerasan saat bekerja malam hari.
"Dalam kurun waktu satu pekan ini sudah ada tiga kejadian kekerasan jalanan yang menimpa driver ojek online," kata Ketua Komunitas Antar-Ojek Online Yogyakarta Adi Setyawan di Yogyakarta, Senin (3/2/2020).
Menurut dia, kejadian terbaru menimpa driver ojek online di Kabupaten Kulonprogo yang menyebakan korban terluka parah akibat sabetan pedang pada Sabtu malam (1/2/2020).
"Kejadian di Kulonprogo, korban sampai disabet pedang," katanya.
Dia mengatakan, adanya fenomena kejahatan jalanan atau klithih dikhawatirkan akan timbul lebih banyak korban. Jika pelakunya tidak segera ditangkap.
"Kami minta agar jajaran kepolisian lebih serius dalam penanganan klithih di Yogyakarta. Kami ini kan tidak tahu apa-apa, tiba-tiba jadi korban," ujarnya.
Sebelumnya aksi kejahatan jalanan juga terjadi di wilayah Kabupaten Sleman, yang menimpa seorang driver ojek online di Jalan Kabupaten, Dusun Bragasan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping.
Salah satu driver ojek online Andika (30) warga Kabupaten Bantul mengatakan banyaknya aksi kejahatan jalanan ini menjadi ancaman serius bagi sejumlah driver ojol yang sering mengambil orderan hingga malam hari.
"Ini menjadi ancaman bagi keselamatan kami, kami ini kan tidak tahu apa-apa, namun tahu-tahu kena imbasnya. Kalau takut ya jelas, karena kerja juga buat keluarga, dan keluarga menanti di rumah dengan harapan selamat," katanya.
Menurut dia, dirinya yang biasa mulai berangkat bekerja sebagai driver online pukul 09.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB mengaku sering mengambil orderan hingga malam karena sepi.
"Jumlah driver yang saat ini sudah banyak dan menjamur, sehingga mau tak mau harus \'ngalong\' agar mencapai tutup poin," ucapnya.
Untuk memastikan kondisi pengemudi ojek aman, dia dan rekan lainnya yang tergabung dalam paguyuban ojol AKJG 5 mengaku selalu berkoordinasi saat mengambil orderan.
"Kalau sudah malam hari, kami selalu koordinasi dengan rekan yang lain. Kami manfaatkan sarana aplikasi live lokasi khususnya saat akan melewati daerah yang dikatakan rawan," kata Andika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi persembahan bersama bagi masyarakat sekaligus menunjukkan potensi seni budaya yang tumbuh di desa-desa sekitar Borobudur.
Bedah buku Pedoman Praktis Usaha Mikro dan Kecil di Era Milenial mendorong pelaku UMKM memperkuat pemasaran digital, mengelola keuangan, dan meningkatkan litera
Real Madrid bangkit dari ketertinggalan 1-3 untuk mengalahkan AS Roma 4-3 dalam laga Liga Champions setelah mencetak tiga gol di akhir pertandingan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 15 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.