Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Paguyuban Ojek Online Kulonpogo saat berfoto bersama dengan jajaran Polres, Dishub dan Dispar Kulonpogo, di Dapur Semar, Kapanewon Wates, Jumat (7/2/2020). /Harian Jogja- Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Aksi kejahatan jalanan yang marak terjadi di DIY beberapa hari terakhir meresahkan banyak pihak. Tidak hanya masyarakat umum, tapi juga para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Paguyuban Ojek Online Kulonpogo atau disingkat GBKP.
Keresahan tersebut mereka tumpahkan dalam diskusi bertajuk ojol Kulonprogo siap jadi pelopor keselamatan berlalulintas dan menciptakan stabilitas keamanan yang digelar di Rumah Makan Dapur Semar, Kapanewon Wates, Jumat (7/2/2020). Dalam acara itu turut dihadiri jajaran Polres, Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata setempat.
Ketua GBKP, Wawan Hermanto, mengatakan kejahatan jalanan yang dilakukan para geng klitih beberapa hari terakhir sangat meresahkan pihaknya. Hal itu diperparah dengan penyebaran informasi palsu atau berita hoaks terkait isu tersebut.
"Itu menambah kekhawatiran kami, oleh karenanya kami berupaya kerasa agar penyebaran berita hoaks diminimalisir, kami juga mendorong kepolisian khususnya Polres Kulonpogo, mengungkap kasus-kasus kejahatan lain seperti curat dan curanmor," ujar Wawan usai acara, Jumat sore.
Kekhawatiran itu setidaknya bisa tereduksi dengan adanya kegiatan diskusi ini. Anggota paguyuban yang hadir diberi sosialisasi tentang kiat-kiat pelaporan cepat jika ditemui adanya tindak kejahatan melalui aplikasi Alarm Warga Kulonpogo (Alwaku). Aplikasi bikinan Polres Kulonpogo itu memungkinkan segala tindak kejahatan bisa langsung ditangani oleh petugas kepolisian.
"Kita dapat pencerahan dan bimbingan baik dari polres maupun dinas terkait. Apalagi tadi ada sosialisasi Alwaku, itu sangat mendukung kegiatan kami di jalanan. Seperti diketahui kerja kami tak terpatok waktu. Kadang sampai malam hari. Sehingga berisiko. Dengan adanya Alwaku kita sangat dukung sekali. Ini akan segera kami sosialisasikan ke anggota lain," ujarnya.
Kapolres Kulonpogo, AKBP Tartono mengatakan kejahatan jalanan memang menjadi isu hangat dalam beberapa pekan terakhir. Oleh karena itu perlu menjadi perhatian semua pihak. Para pengguna jalan setidaknya bisa mengantisipasi timbulnya aksi klithih dengan santun berkendara.
Menurut Tartono, salah satu pemicu timbulnya kejahatan jalan karena adanya gesekan antar sesama pengendara. Dari situ salah satu pihak dapat merasa sakit hati sehingga nekat melakukan tindakan di luar norma.
"Kalau di kulonprogo, kejahatan jalanan Alhamdulillah kondusif. Setiap malam kami lakukan patroli. Setiap ada kegiatan anak muda kami gabung ke situ kami tanyakan sedang ngapain, barangkali ada yang bisa dibantu oleh kepolisian," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.