Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kawsan Titik Nol Kilometer dipenuhi wisatawan beberapa waktu lalu/Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Kabag Humas Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji, menuturkan postingan parahsih soal sindiran terhadap ulah wisatawan di Malioboro dibuat karena Humas Pemda DIY memiliki kewajiban untuk mengimbau masyarakat dan pengunjung Malioboro untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan tersebut.
Ia melihat di hari biasa, sebenarnya perilaku pengunjung masih wajar, tetapi saat sedang ramai semisal saat akhir pekan, liburan atau ada event, banyak pengunjung yang tidak tertib. "Sebagai imbauan saja agar turut menjaga," ujarnya.
Dalam postingan parahsih kata dia, setidaknya mengandung tiga fokus imbauan, yakni pada pengunjung yang membuang sampah sembarangan, merusak atau mencuri guiding block dan kursi yang digunakan untuk pijakan kaki.
"Yang paling sering soal kebersihan, sudah banyak disediain tempat sampah tapi masih
Memang asyik ngejar konten, tapi ga segitunya juga, tempat duduk jadi alas kaki biar tambah tinggi.
Jogja udah tambah cantik
Sayang warganya ada yang nyentrik
Jogja milik bersama. Bisanya hanya menikmati, tidak ikut menjaga?#Parahsih #tanggalcantik pic.twitter.com/C3vgEcpxv1— Humas Pemda DIY (@humas_jogja) February 20, 2020BACA JUGA
sering buang sembarangan. Lalu untuk guiding blcok sebenarnya tidak cuma Malioboro yang hilang, tapi di Jalan Suroto juga," ungkapnya.
Pada kondisi ramai khususnya saat ada event di Malioboro, banyak pengunjung yang menggunakan kursi di pedestrian Malioboro untuk memanjat dan mengambil foto. Ia menyayangkan hal ini karena berpotensi merusak kursi.
Sebelumnya Humas Pemda DIY menyindir dan sekaligus memberi peringatan bagi para pengunjung yang masih kurang sadar soal menjaga kawasan Malioboro.
Lewat unggahan di akun Twitter resminya, Humas Pemda DIY membuat peringatan dengan memparodikan film asal Korea Selatan yang baru saja menggemparkan jagad Hollywood yakni Parasite.
Mencontek pose di poster film tersebut, Humas Pemda DIY mengingatkan para pengunjung Malioboro agar jangan membuang sampah sembarangan hingga mempergunakan fasilitas di kawasan itu dengan semestinya.
"Memang asyik ngejar konten tapi ga segitunya juga tempat duduk jadi alas kaki biar tambah tinggi. Jogja udah tambah cantik sayang warganya ada yang nyentrik. Jogja milik bersama. Bisanya hanya menikmati, tidak ikut menjaga? PARAHSIH," tulisnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
WhatsApp menyiapkan fitur greeting message agar anggota baru grup lebih cepat memahami aturan dan suasana percakapan.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.