Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi PNS./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto, berharap dua tuntutan yang disampaikan ke Presiden bisa dikabulkan. Selain meminta adanya peningkatan kesejahteraan, mereka menuntut guru honorer nonkategori berusia di atas 35 tahun bisa diangkat menjadi PNS tanpa proses tes. “Itu aspirasi yang kami sampaikan saat bertemu Presiden dan harapannya bisa dikabulkan,” katanya, Rabu (11/3/2020).
Menurut dia, tuntutan meminta agar guru di atas 35 tahun diangkat menjadi PNS tanpa tes bukan tanpa alasan. Pasalnya, kebijakan ini bisa diberlakukan kepada bidan tidak tetap. “Beberapa tahun lalu ada pengangkatan bidan tanpa tes. Kenapa itu tidak bisa diberlakukan bagi guru honorer yang berusia di atas 35 tahun,” katanya.
Adapun tuntutan kedua soal perbaikan kesejahteraan, selama ini beban kerja yang dimiliki guru honorer tidak kalah dengan guru berstatus PNS. Namun dari kesejahateraan ada ketimpangan yang sangat jauh. “Guru honorer banyak dihabiskan untuk mengabdi. Untuk penghasilan, masih sangat kecil dan jauh di bawah UMK yang berlaku,” katanya.
Menurut dia, selain menggalang aksi secara nasional, tuntutan meningkatkan kesejahteraan juga dilakukan di daerah. Sebagai contoh, kata Aris, FHSN Gunungkidul menggelar audiensi dengan DPRD dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul. “Harapannya ada perbaikan sehingga guru honorer bisa lebih sejahtera,” katanya.
Disinggung mengenai jumlah tenaga honorer nonkategori usia 35 ke atas, menurutnya ada ratusan. Namun demikian masih melakukan pendataan. Inventarisasi dilakukan secara global, kemudian baru dipilah. “Untuk aspirasi, kami juga siap audiensi dengan Bupati,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengakui gaji guru khususnya yang berstatus non-PNS masih jauh dari sejahtera. Untuk itu Dewan berkomitmen membantu mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.