Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Kapolresta Jogja, Kombespol Armaini, menunjukkan barang bukti kaos tersangka yang digunakan saat mencabuli korbannya, Selasa (17/3/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Pelaku penculikan dan pencabulan anak di Kotagede yang terekam CCTV telah ditangkap Polresta Jogja pada Sabtu (14/3/2020) malam di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Pelaku, SA, 26 tahun, mengaku kecanduan film porno dan telah melakukan aksinya beberapa kali.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Armaini, menjelaskan SA merupakan mahasiswa salah satu kampus negeri di Jogja yang sejak 2018 lalu memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah. “Kecanduan film porno sejak kuliah, dan putus kuliah pada semester enam,” ujarnya, Selasa (17/3/2020).
Berdasarkan pemeriksaan, ia mengungkapkan pelaku sebenarnya bukan pedofilia. Karena keterbatasan ekonomi, SA menjadikan anak kecil sebagai korban hasrat seksnya. Ia juga mengungkapkan ada kemungkinan SA melakukan pencabulan pada korban lainnya. “Sedang kami dalami tempatnya dimana, kami juga kroscek ke satuan polisi setempat bila ada laporan,” katanya.
SA mengetahui aksinya terekam CCTV dan tersebar di media sosial setelah diberitahu teman kosnya pada Jumat (13/3/2020) siang. Saat itu juga SA melarikan diri ke Surabaya menggunakan bus. Di Surabaya, ia mengaku sempat ditolong warga setempat dengan diberi makan dan sejumlah uang.
Kepada media, SA mengaku menyesal atas perbuatannya. Ia minta maaf kepada keluarga korban. “Saya minta maaf kepada keluarga korban, teman kos saya, juga keluarga saya yang telah saya permalukan karena kejadian ini,” ucapnya.
SA menculik anak perempuan usia enam tahun di lingkungan rumah korban, wilayah Rejowinangun, Kotagede, pada Kamis (12/3/2020) siang. Ia bermodus menanyakan jalan menuju JEC dan kebun binatang. Setelah korban mau mengantarnya, ia bawa korban ke gang Satria, Mujamuju, Umbulharjo.
Di gang itu lah SA menurunkan korban dan mencabulinya. Karena korban menangis dan terdengar suara motor, pelaku pun pergi dengan motornya meninggalkan korban di lokasi. “Memang tujuannya ke situ, pelaku sudah hafal daerah situ,” ujar Kombes Pol Armaini.
Atas perbuatannya. SA diduga melanggar Pasal 76 F UU RI No. 35/2014 tentang perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 83 UU UU RI No. 35/2014 tentang perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana tiga sampai 15 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.