Delapan Siswa SMP di Gunungkidul Tak Lulus, Ini Penyebabnya
Kelulusan SMP Gunungkidul 2026 mencatat 7.935 siswa lulus. Delapan siswa tidak lulus karena mengundurkan diri sebelum ujian.
Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik./Ist-FOTO ANTARA
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mencatat ada enam orang yang meninggal dunia dalam status pasien dalam pengawasan (PDP). Tiga kematian terbaru terjadi pada Kamis (9/4/2020).
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan jumlah PDP yang meninggal berasal dari tiga kecamatan yakni Wonosari, Ponjong dan Karangmojo. “Pada Kamis ada tambahan tiga PDP yang meningggal dunia. Jadi di setiap kecamatan masing-masing ada dua,” kata Dewi, Jumat (10/4/2020).
Menurut dia, kematian PDP tidak serta merta masuk kategori positif Covid-19. Sebagai contoh dua PDP yang berasal dari Karangmojo dan Ponjong dinyatakan negatif karena dari hasil tes tidak ditemukan virus Corona. “Untuk satu PDP yang meninggal dari Wonosari kami belum tahu karena penanganan dilakukan di Kota Jogja. Untuk tiga kasus lainnya hasilnya belum keluar,” katanya.
Dijelaskan Dewi, berdasarkan hasil tes swab diketahui bahwa PDP meninggal didominasi oleh pasien yang telah lanjut usia. Selain itu diketahui para pasien juga memiliki penyakit lain seperti jantung maupun diabetes melitus. “Meski berstatus PDP tetapi untuk pemakaman dilakukan sesuai dengan standar Covid-19,” tutur Dewi.
Terkait dengan pemakaman menggunakan standar Covid-19, masyarakat tidak perlu resah karena hal tersebut sebagai langkah antisipasi. Pasalnya, banyak kasus terjadi pasien telah meninggal dunia sebelum hasil tes muncul. “Buktinya banyak yang negatif, jadi masyarakat tidak perlu risau dengan adanya pemakaman sesuai standar penanganan Corona. Langkah itu sebagai antisipasi jika hasil tes menunjukkan pasien positif Covid-19 sehingga tetap aman saat dikuburkan,” katanya.
Disinggung pengabilan tes swab Dewi memastikan proses terus dilakukan. Meski demikian, prosesnya harus antre karena tidak semua fasilitas kesehatan bisa melakukannya. Selain itu, apabila ada PDP yang dirawat difokuskan untuk kondisi kesehatan stabil, baru kemudian dilakukan swab. “Yang bisa melakukan tes swab baru di RSUD Wonosari, jadi harus antre,” ujarnya.
Hingga saat ini di Gunungkidul ada 849 orang dalam pemantauan (ODP) dan dua pasien positif Covid-19, dedangkan untuk PDP tercatat sebanyak 41 orang, dua di antaranya masih dirawat di rumah sakit. “Untuk pengambilan spesimen ada 20 dengan hasil 10 negatif, dua positif dan lainnya masih dalam proses uji laboratorium,” kata Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelulusan SMP Gunungkidul 2026 mencatat 7.935 siswa lulus. Delapan siswa tidak lulus karena mengundurkan diri sebelum ujian.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan dorong peran media tingkatkan literasi jaminan sosial bagi pekerja informal dan rentan di Indonesia.
Prabowo targetkan swasembada energi dalam 3 tahun. Pemerintah dorong hilirisasi dan EBT demi kemandirian ekonomi Indonesia.
Empat anggota TNI divonis penjara hingga 3 tahun atas penyiraman air keras ke Andrie Yunus, bukan operasi intelijen.
Desa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali Utara menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan lingkungan
Keterlibatan perempuan dalam birokrasi pemerintahan di tingkat kalurahan atau desa di Kabupaten Kulonprogo menunjukkan tren yang sangat positif. Meski posisi po