Pilur 2027 Gunungkidul Digelar di 55 Kalurahan, Anggaran Disiapkan
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik./Ist-FOTO ANTARA
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mencatat ada enam orang yang meninggal dunia dalam status pasien dalam pengawasan (PDP). Tiga kematian terbaru terjadi pada Kamis (9/4/2020).
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan jumlah PDP yang meninggal berasal dari tiga kecamatan yakni Wonosari, Ponjong dan Karangmojo. “Pada Kamis ada tambahan tiga PDP yang meningggal dunia. Jadi di setiap kecamatan masing-masing ada dua,” kata Dewi, Jumat (10/4/2020).
Menurut dia, kematian PDP tidak serta merta masuk kategori positif Covid-19. Sebagai contoh dua PDP yang berasal dari Karangmojo dan Ponjong dinyatakan negatif karena dari hasil tes tidak ditemukan virus Corona. “Untuk satu PDP yang meninggal dari Wonosari kami belum tahu karena penanganan dilakukan di Kota Jogja. Untuk tiga kasus lainnya hasilnya belum keluar,” katanya.
Dijelaskan Dewi, berdasarkan hasil tes swab diketahui bahwa PDP meninggal didominasi oleh pasien yang telah lanjut usia. Selain itu diketahui para pasien juga memiliki penyakit lain seperti jantung maupun diabetes melitus. “Meski berstatus PDP tetapi untuk pemakaman dilakukan sesuai dengan standar Covid-19,” tutur Dewi.
Terkait dengan pemakaman menggunakan standar Covid-19, masyarakat tidak perlu resah karena hal tersebut sebagai langkah antisipasi. Pasalnya, banyak kasus terjadi pasien telah meninggal dunia sebelum hasil tes muncul. “Buktinya banyak yang negatif, jadi masyarakat tidak perlu risau dengan adanya pemakaman sesuai standar penanganan Corona. Langkah itu sebagai antisipasi jika hasil tes menunjukkan pasien positif Covid-19 sehingga tetap aman saat dikuburkan,” katanya.
Disinggung pengabilan tes swab Dewi memastikan proses terus dilakukan. Meski demikian, prosesnya harus antre karena tidak semua fasilitas kesehatan bisa melakukannya. Selain itu, apabila ada PDP yang dirawat difokuskan untuk kondisi kesehatan stabil, baru kemudian dilakukan swab. “Yang bisa melakukan tes swab baru di RSUD Wonosari, jadi harus antre,” ujarnya.
Hingga saat ini di Gunungkidul ada 849 orang dalam pemantauan (ODP) dan dua pasien positif Covid-19, dedangkan untuk PDP tercatat sebanyak 41 orang, dua di antaranya masih dirawat di rumah sakit. “Untuk pengambilan spesimen ada 20 dengan hasil 10 negatif, dua positif dan lainnya masih dalam proses uji laboratorium,” kata Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.