Pemkab Gunungkidul Verifikasi 30 Gerai KDMP, Ini Tujuannya
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp10,4 miliar untuk jaminan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi Corona. Rencananya, bantuan diberikan dalam bentuk paket sembako selama dua bulan. Adapun bantuan akan diberikan kepada 16.114 penerima manfaat.
Sekretaris Dinas Sosial Gunungkidul, Wijang Eka Aswarna, mengatakan jajarannya sudah mendata calon penerima manfaat bantuan terdampak Corona dari APBD Gunungkidul. Menurut dia, bantuan diberikan kepada pekerja nonformal terdampak, tenaga medis hingga keluarga kurang mampu yang tercecer belum menerima bantuan. “Sudah siap dan ada sekitar 16.114 penerima manfaat yang akan menerima bantuan,” kata Wijang saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/4/2020).
Menurut dia, anggaran yang disediakan mencapai Rp10,4 miliar. Bantuan tidak diwujudkan dalam bentuk uang tetapi dalam bentuk barang. “Dalam bentuk sembako senilai Rp300.000,” katanya.
Rencananya bantuan paket sembako diberikan dalam pekan ini. Namun demikian, Wijang mengatakan, tim dari Dinsos Gunungkidul harus memastikan tidak ada yang menerima dobel bantuan.
Untuk mengurangi potensi duplikasi penerima bantuan, Dinsos terus menyisir dan memadukan data. Pasalnya, bantuan tidak hanya diberikan oleh Pemkab, karena Pemda DIY dan Pemerintah Pusat juga menyalurkan bantuan. “Perlu disisir dulu agar tidak ada yang menerima bantuan dobel sehingga bantuan bisa efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, mengatakan Pemkab harus segera menjelaskan keberlangsungan bantuan kepada masyarakat yang terkenda dampak Corona. Kejelasan ini dibutuhkkan agar ada kepastian terkait dengan program ini. “Hingga sekarang belum jelas. Harus dipastikan dulu bantuannya seperti apa,” kata Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mulai memverifikasi 30 gerai KDMP yang telah dibangun. Operasional masih menunggu proses verifikasi dan validasi.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.
Ledakan tabung oksigen di PT Sinergi Berkat Gasindo, Kelapa Gading, menewaskan satu orang dan melukai seorang lainnya.
Kemensos menguji coba Perlinsos digital hingga akhir 2026 untuk memutakhirkan data bansos dan menargetkan seluruh daerah mengaksesnya pada 2027.
Pemerintah menargetkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2029.
Baznas Kulonprogo menyalurkan Rp440 juta untuk memperbaiki rumah 22 keluarga di Galur, Panjatan, dan Wates melalui program RLHB.