Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi pengemis jalanan/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA—Banyaknya orang dan komunitas yang beraksi sosial di jalanan memicu membanjirnya gelandangan dan pengemis (gepeng), serta pemulung, terutama di wilayah Kota Jogja. Hal ini bikin petugas pun kelimpungan untuk menertibkan mereka.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Agus Winarto, mengatakan gepeng sempat terlihat memenuhi sepanjang Jalan Malioboro beberapa waktu lalu, namun kini sudah dilarang. "Sudah ditertibkan, kalau warga Kota Jogja disuruh pulang, kalau asalnya dari kabupaten di sekitar Jogja, mereka kami antar," ujarnya, beberapa waktu lalu.
Kemunculan gepeng tersebut, kata dia, lantaran banyaknya penderma baik organisasi, komunitas maupun personal yang mendistribusikan bantuan di jalanan. Guna mengantisipasi hal ini, dinasnya telah berkoordinasi dengan UPT Malioboro untuk melarang pembagian apa pun di kawasan Malioboro.
Melimpahnya gepeng tidak hanya ada di Malioboro, tetapi juga di titik lain seperti Jalan Jendral Sudirman dan sekitar Stadion Mandala Krida. "Kami menemukan ada gepeng di Mandala Krida yang sudah dua hari di situ. Ternyata dari Purworejo [Jawa Tengah]. Saya bilang enggak ada bantuan di sini dan kami suruh pulang," ujar dia.
Selain gepeng, ditemukan pula sejumlah pemulung dengan gerobak yang berhenti atau tidur di pinggir jalan. Pemulung ini, kata dia, kebanyakan berasal dari luar daerah. Dia berkoordinasi dengan Satpol PP DIY agar pemulung dan gepeng tidak hanya pindah tempat, tetapi benar-benar pulang ke rumah mereka masing-masing.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengaku telah menggiatkan pembubaran kerumunan dan fenomena gepeng ini dengan program Sapa Warga yang berlangsung dua kali dalam sehari. "Mengedukasi masyarakat dalam pencegahan covid-19," ujarnya.
Dia mengimbau seluruh masyarakat jika ingin memberi bantuan sebaiknya tidak di jalanan, tapi melalui kelurahan yang saat ini telah ditunjuk sebagai Lumbung Pangan untuk mendistribusikan bantuan ke masyarakat sehingga lebih tepat sasaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Manajer Kopdes Merah Putih segera ditempatkan. Pemerintah mengatur gaji berdasarkan UMP dan PKWT dua tahun di bawah Agrinas.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Wisatawan dari kawasan Malioboro yang hendak menuju Pantai Parangtritis dapat memanfaatkan Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.