Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo, mengakui Pemkab terpaksa memotong ADD menyusul adanya penurunan dana transfer dari Pemerintah Pusat. “ADD bersumber dari dana transfer Pusat. Jadi, saat ada pemangkasan maka Pemkab terpaksa merasionalisasi dana transfer ke desa,” kata Saptoyo, Kamis (7/5/2020).
Sebelumnya, sejumlah kepala desa di Gunungkidul memprotes pemotongan anggaran dana desa yang mencapai 15% dari pagu anggaran yang diterima.
Menurut dia, berkurangnya dana transfer ini tidak lepas dari pandemi Corona. Tindak lanjut dari penularan itu, Pemkab diwajibkan menggeser sejumlah anggaran kegiatan minimal 50% dari belanja barang dan jasa untuk penanganan Covid-19. Saptoyo mengakui refocusing anggaran terus dilakukan agar memenuhi ketentuan. “Kami masih menyisir sejumlah mata anggaran karena belum memenuhi persyaratan,” katanya.
Disinggung mengenai besaran pemotongan ADD yang mencapai 15%, Saptoyo menampik tersebut. Ia berdalih pemotongan di setiap desa besarannya tidak sama yakni di kisaran 10% hingga 11% dari pagu anggaran yang diterima.
Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti, mengatakan meski sudah ada pertemuan antara forum kepala desa dan Pemkab, tetapi belum ada keputusan. “Masih ada pertemuan lagi, tetapi waktunya belum ditentukan. Mudah-mudahan dalam pertemuan berikutnya sudah ada keutusan,” katanya.
Ery menuturkan rapat koordinasi dengan forum kepala desa tidak semata-mata membahas pemotongan ADD, tetapi ada permasalahan lain seperti rencana pemberian jaring pengaman sosial, data penerima bantuan hingga pelaksanaan bantuan langsung tunai dari dana desa. “Masih ada masalah berkaitan dengan data. Mereka meminta kepastian agar bantuan tidak tumpang tindih, tepat sasaran serta tak menimbulkan kisruh di masyarakat,” kata Ery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.