Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Salah satu tradisi grebeg yang dilaksanakan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA - Sebagai langkah mencegah penyebaran virus Corona penyebab Covid-19, tahun ini Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat meniadakan salah satu Hajad Dalem yang rutin dilaksanakan saat hari raya Idulfitri, yakni Grebeg Syawal dan Numplak Wajik.
1 Sawal wawu 1953/1441 Hijriah tahun ini jatuh pada Minggu (24/5/2020) mendatang. Grebeg Syawal yang biasanya dilaksanakan dengan arak-arakan gunungan pada tanggal itu, kali ini ditiadakan. Selain itu, Numplak Wajik yang biasa dilaksanakan tiga hari sebelum Grebeg Syawal juga tidak digelar.
Penghageng Kawedanan Hageng Panitraputra Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Condrokirono, menuturkan keputusan tersebut merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap risiko penyebaran Covid-19. “Penyebaran Covid-19 dapat terjadi dalam kerumunan,” ujarnya, Selasa (19/5/2020).
Di samping itu kata dia, peniadaan Grebeg Syawal dan Numplak Wajik ini menjadi bentuk kepekaan Kraton dalam menaati imbauan pemerintah pusat untuk selalu menerapkan social distancing dan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.
Selain meniadakan dua kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan tersebut, untuk mendukung pemutusan rantai penyebaran Covid-19 Kraton telah melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan Kraton.
“Kami juga membekali alat perlindungan diri bagi para Abdi Dalem seperti masker dan hand sanitizer. Selama pandemi Covid-19, kami juga meliburkan berbagai kegiatan seni pertunjukan seperti pementasan regular di bangsal Srimanganti,” ungkapnya.
Meski demikian, proses pembelajaran budaya mengenai Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak serta merta berhenti. Penghageng tepas tandha Yekti GKR Hayu, menjelaskan pada masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya justru semakin giat menghadirkan edukasi seputar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat secara online, melalui media sosial dan youtube.
Sejak akhir Maret lalu, media sosial dan youtube Kraton telah menyajikan beragam konten budaya seperti lomba tari online Beksan Nir Corona, tutorial tayungan dan tutorial macapat. ketiganya adalah beberapa kegiatan yang berada di bawah naungan KHP Kridhomardowo.
“Selain bertujuan sebagai sarana edukasi virtual mengenai Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, konten-konten tersebut juga diharapkan dapat menjadi referensi kegiatan yang dapat dilakukan masyarakat sembari tetap berada di rumah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kemenkes membangun rumah sakit lapangan di Ruteng untuk korban gempa. Fasilitas dilengkapi ruang operasi dan ditargetkan 100 tempat tidur.
Museum di Indonesia mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman belajar sejarah. Kunjungan museum dan cagar budaya mencapai 4,32 juta pada
Kenali 8 jenis rangka motor sebelum membeli. Simak karakter setiap rangka dan tips merawatnya agar motor tetap stabil dan awet.
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
Pemda DIY menyalurkan 40 kilogram obat-obatan melalui Tim FK-KMK UGM untuk korban bencana di Kabupaten Ngada, NTT.