Pilur 2027 Gunungkidul Digelar di 55 Kalurahan, Anggaran Disiapkan
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gunungkidul, Diah Prasetyorini (dua dari kiri) saat menyerahkan paket sembako dan masker kepada warga yang berada di kawasan TPAS Wukirsari, Baleharjo, Wonosari, Rabu (20/5/2020)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gunungkidul, Diah Prasetyorini, menilai kehidupan new normal di tengah pandemi Corona belum bisa diterapkan di Gunungkidul. Hal ini dikarenakan penyebaran belum memasuki puncak sehingga potensi penambahan kasus masih sangat mungkin terjadi.
“Kalau di Jakarta mungkin sudah bisa karena di sana penyebaran lebih dulu. Tapi di sini [Gunungkidul] masih belum karena titik puncak penyebaran belum diketahui,” kata Diah di sela-sela kegiatan bakti sosial memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia di area Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari, Rabu (20/5/2020).
Menurut dia, titik puncak penyebaran Corona di Gunungkidul baru terlihat dari pelaksanaan tes massal yang saat masih berlangsung. Selain melihat bagaimana peta penyebaran, tes ini bisa menjadi indikasi awal untuk melihat puncak penyebaran Corona di Bumi Handayani. “Dengan tes massal maka potensi pertambahan kasus positif semakin besar,” katanya.
Selain masalah titik puncak penyebaran, penerapan new normal belum bisa dilaksanakan karena melihat fakta penyebaran kasus yang didominasi oleh orang tanpa gejala (OTG). Diah khawatir apabila kebijakan new normal diterapkan malah bisa menjadi penyebab penularan yang lebih luas. “Kebijakan itu [new normal] bisa terapkan, tetapi tidak sekarang. Nanti kalau sudah melewati puncak penyebaran maka baru bisa diterapkan,” katanya.
Untuk saat ini, lanjut Diah, pencegahan penyebaran yang dilakukan adalah dengan menjalankan protokol kesehatan seperti mengurangi aktivitas di luar rumah, terus memakai masker, menjauhi kerumunan hingga menerapkan pola hidup bersih sehat. “Jangan lupa cuci tangan dengan sabun,” katanya.
Baksos IDI juga ikut berpartisipasi dalam pencegahan Corona. Pasalnya, selain membagikan 200 paket sembako IDI juga memberikan 1.000 masker ke masyarakat. “Masker digunakan saat beraktivitas di luar rumah,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan untuk pencegahan Corona sangat dibutuhkan partisipasi dari masyarakat. Partisipasi dilakukan dengan menaati protokol kesehatan dalam mencegah penularan Covid-19. “Kami terus melakukan sosialisasi, dan di sisi lain kami juga menggalakkan rapid test untuk melihat potensi penyebaran dan penularan Covid-19,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Prediksi Port FC vs Persib di ACC 2026/2027. Simak modal, rekor pertemuan, kekuatan skuad, dan peluang Maung Bandung mencuri poin.
Spotify memastikan audiobook masuk Indonesia hingga akhir 2026. Simak jadwal, katalog, dan apakah pengguna Premium bisa mengaksesnya gratis.
McDonald's digugat di AS karena sistem harga berbasis AI dituding mengoordinasikan harga menu. Perusahaan membantah tuduhan tersebut.
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Biaya cas mobil listrik di SPKLU sekitar Rp2.466 per kWh. Simak simulasi baterai 40 kWh dan tambahan biaya fast charging.