292 Narapidana di Gunungkidul Terima Remisi, 7 Langsung Bebas
Sedikitnya tujuh warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Gunungkidul bisa langsung bebas setelah mendapatkan remisi kemerdekaan Indonesia ke-81.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gunungkidul, Diah Prasetyorini (dua dari kiri) saat menyerahkan paket sembako dan masker kepada warga yang berada di kawasan TPAS Wukirsari, Baleharjo, Wonosari, Rabu (20/5/2020)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gunungkidul, Diah Prasetyorini, menilai kehidupan new normal di tengah pandemi Corona belum bisa diterapkan di Gunungkidul. Hal ini dikarenakan penyebaran belum memasuki puncak sehingga potensi penambahan kasus masih sangat mungkin terjadi.
“Kalau di Jakarta mungkin sudah bisa karena di sana penyebaran lebih dulu. Tapi di sini [Gunungkidul] masih belum karena titik puncak penyebaran belum diketahui,” kata Diah di sela-sela kegiatan bakti sosial memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia di area Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari, Rabu (20/5/2020).
Menurut dia, titik puncak penyebaran Corona di Gunungkidul baru terlihat dari pelaksanaan tes massal yang saat masih berlangsung. Selain melihat bagaimana peta penyebaran, tes ini bisa menjadi indikasi awal untuk melihat puncak penyebaran Corona di Bumi Handayani. “Dengan tes massal maka potensi pertambahan kasus positif semakin besar,” katanya.
Selain masalah titik puncak penyebaran, penerapan new normal belum bisa dilaksanakan karena melihat fakta penyebaran kasus yang didominasi oleh orang tanpa gejala (OTG). Diah khawatir apabila kebijakan new normal diterapkan malah bisa menjadi penyebab penularan yang lebih luas. “Kebijakan itu [new normal] bisa terapkan, tetapi tidak sekarang. Nanti kalau sudah melewati puncak penyebaran maka baru bisa diterapkan,” katanya.
Untuk saat ini, lanjut Diah, pencegahan penyebaran yang dilakukan adalah dengan menjalankan protokol kesehatan seperti mengurangi aktivitas di luar rumah, terus memakai masker, menjauhi kerumunan hingga menerapkan pola hidup bersih sehat. “Jangan lupa cuci tangan dengan sabun,” katanya.
Baksos IDI juga ikut berpartisipasi dalam pencegahan Corona. Pasalnya, selain membagikan 200 paket sembako IDI juga memberikan 1.000 masker ke masyarakat. “Masker digunakan saat beraktivitas di luar rumah,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan untuk pencegahan Corona sangat dibutuhkan partisipasi dari masyarakat. Partisipasi dilakukan dengan menaati protokol kesehatan dalam mencegah penularan Covid-19. “Kami terus melakukan sosialisasi, dan di sisi lain kami juga menggalakkan rapid test untuk melihat potensi penyebaran dan penularan Covid-19,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sedikitnya tujuh warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Gunungkidul bisa langsung bebas setelah mendapatkan remisi kemerdekaan Indonesia ke-81.
Jadwal Kereta Bandara YIA Kulonprogo hari ini tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 20 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.