DPRD Gunungkidul Soroti Proyek Strategis yang Belum Jalan
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Ilustrasi Jembatan/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–BPBD Gunungkidul membangun tiga jembatan di atas aliran Kali Oya. Ditargetkan pembangunan ini selesai pada akhir September 2020.
Dua dari tiga jembatan berada di Dusun Jeruklegi dan Teleng di Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar. Satu jembatan yang dibangun berada di Dusun Jelok, Kalurahan Beji, Kapanewon Patuk.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan pembangunan tiga jembatan ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat berkaitan dengan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana Badai Cempaka yang terjadi di akhir 2017. Total dana hibah mencapai Rp75 miliar. Selain membangun jembatan, dana juga digunakan untuk merelokasi SMP Negeri 3 Saptosari, pembangunan jembatan Mojorejo, talut TPAS Wukirsari hingga relokasi warga terdampak badai Cempaka. “Untuk proyek relokasi rumah warga, perbaikan talut TPAS serta pembangunan Jembatan Mojorejo sudah dilaksanakan tahun lalu. Untuk tahun ini kami membangun tiga jembatan dan relokasi SMP Negeri 3 Saptosari,” kata Edy, Minggu (28/6/2020).
Dia menjelaskan untuk pembangunan Jembatan Teleng memiliki pagu anggaran Rp8 miliar, sedangkan Jembatan Jeruklegi dan Jelok masing-masing Rp12 miliar. Menurut Edy, proses pembangunan tidak terganggu dengan adanya pandemi Corona karena program sudah terencana sehingga tidak ada pengurangan mata anggaran.
Untuk pembangunan sudah dimulai sejak akhir Mei dan diharapkan bisa selesai pada akhir September 2020. “Masih dalam proses dan mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Salah seorang warga Dusun Jeruklegi, Kalurahan Kantongan, Ari Sudarsono, mengaku senang dengan adanya jembatan permanen. Pasalnya, selama ini akses untuk aktivitas sangat terbatas karena jembatan gantung tidak bisa dilalui banyak kendaraan. “Kalau ada jembatan lebih besar, maka mobil bisa melintas,” katanya.
Menurut dia, jembatan gantung sempat rusak pada akhir 2017 lalu akibat diterjang banjir bandang di Kali Oya. Warga sempat memperbaiki jembatan tersebut hingga akhirnya dibangun jembatan baru yang lebih besar dan permanen. “Untuk jembatan lama masih tetap ada karena jembatan baru yang dibangun lokasinya berbeda,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.