Longsor Clongop Gunungkidul Belum Tertangani, Ini Kendalanya
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
Ilustrasi Pemilu. (JIBI)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pasca-mundurnya ipar Presiden Jokowi, Wahyu Purwanto dari bursa pencalonan kepala daerah, Partai Nasdem masih belum menentukan sikap siapakah yang diusung di pilkada. Setelah Mayor Sunaryanto muncul sebagai kandidat, kabar terkini Nasdem juga melirik Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi yang telah tersingkir dalam bursa pencalonan dari PAN.
Kabar ini pun diperkuat adanya foto bersama antara Immawan Wahyudi berpasangan dengan Wakil Ketua DPRD Gunungkidul dari Partai Nasdem di media sosial. Tak hanya foto berpasangan, tapi juga ada jargon Holobis Kuntul Baris, Pengabdian Tiada Batas. Di tengah-tengah foto kedua orang ini ada tulisan Sudah Terbukti 100% Membangun Gunungkidul.
Sekretaris DPW Nasdem DIY, Suharno saat dikonfirmasi Jumat (31/7/2020) mengatakan, hingga sekarang partainya belum menentukan sikap terkait dengan calon yang diusung di pilkada. awalnya, Nasdem berpeluang menggandeng Wahyu Purwanto sebagai kandidat, namun pasca-putusan mundur membuat peta pencalonan mengalami perubahan. “Belum ada rekomendasinya sehingga belum diputuskan pasangan yang akan diusung,” katanya.
Menurut Suharno, partainya masih sangat dinamis apakah bergabung dengan partai lain atau mengusung calon sendirian. “Kita bisa usung calon sendiri karena telah memenuhi syarat untuk maju karena telah memiliki sembilan kursi di DPRD dan itu sudah cukup,” katanya.
Mengenai peluang Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi maju sebagai calon, Suharno mengakui belum ada komunikasi resmi terkait dengan pencalonan tersebut. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa sosok Immawan memiliki keunggulan. Salah satunya berstatus sebagai petahana sehingga memiliki popularitas yang tinggi. “Untuk calon tidak harus dari internal partai karena bisa dari luar. Yang terpenting, calon itu dikehendaki rakyat dan berkomitmen untuk membangun Gunungkidul,” ungkapnya.
Disinggung mengenai peluang untuk maju pilkada, Suharno mengaku menyerahkan sepenuhnya ke partai. “Saya manut, kalau partai mengehendaki siap, tapi kalau tidak juga bukan masalah,” katanya.
Mundurnya ipar Jokowi dari bursa pencalonan berdampak terhadap peluang Immawan untuk mau menjadi lebih besar. Sebelum ada kabar ini, peluang untuk maju makin mengecil karena partai yang diikuti untuk penjaringan bakal calon kepala daerah telah menentukan arah politik di pilkada.
Awalnya Immawan ingin maju melalui PAN yang ikut membesarkan namanya, namun rekomendasi dari DPP memutuskan mengusung duet Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto. Hal tak jauh berbeda juga hampir sama terjadi di Golkar karena meski telah ikut penjaringan, namun partai ini kemungkinan besar mengusung pasangan Mayor Sunaryanto dengan Heri Susanto.
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi saat dikonfirmasi belum bisa berkomentar panjang lebar. Meski demikian, ia mengungkapkan dalam politik tidak ada yang absolute dan sangat dinamis. “Intinya Maju Bismillah, andaipun tidak Alhamdulillah. Nanti pas waktunya tepat akan saya bicarakan lebih lanjut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
Kadin Sleman menilai tantangan UMKM semakin kompleks. Pelaku usaha didorong memperkuat inovasi, digitalisasi, legalitas, dan tata kelola untuk meningkatkan daya
Pemkab Kulonprogo menerapkan strategi ganda untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Strategi penanganan kemiskinan men
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Meta dijatuhi denda baru Rp10,12 triliun terkait dampak Instagram dan Facebook terhadap kesehatan mental anak. Total sanksi kini mencapai Rp16,8 triliun.