Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Ilustrasi Pemilu. (JIBI)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pasca-mundurnya ipar Presiden Jokowi, Wahyu Purwanto dari bursa pencalonan kepala daerah, Partai Nasdem masih belum menentukan sikap siapakah yang diusung di pilkada. Setelah Mayor Sunaryanto muncul sebagai kandidat, kabar terkini Nasdem juga melirik Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi yang telah tersingkir dalam bursa pencalonan dari PAN.
Kabar ini pun diperkuat adanya foto bersama antara Immawan Wahyudi berpasangan dengan Wakil Ketua DPRD Gunungkidul dari Partai Nasdem di media sosial. Tak hanya foto berpasangan, tapi juga ada jargon Holobis Kuntul Baris, Pengabdian Tiada Batas. Di tengah-tengah foto kedua orang ini ada tulisan Sudah Terbukti 100% Membangun Gunungkidul.
Sekretaris DPW Nasdem DIY, Suharno saat dikonfirmasi Jumat (31/7/2020) mengatakan, hingga sekarang partainya belum menentukan sikap terkait dengan calon yang diusung di pilkada. awalnya, Nasdem berpeluang menggandeng Wahyu Purwanto sebagai kandidat, namun pasca-putusan mundur membuat peta pencalonan mengalami perubahan. “Belum ada rekomendasinya sehingga belum diputuskan pasangan yang akan diusung,” katanya.
Menurut Suharno, partainya masih sangat dinamis apakah bergabung dengan partai lain atau mengusung calon sendirian. “Kita bisa usung calon sendiri karena telah memenuhi syarat untuk maju karena telah memiliki sembilan kursi di DPRD dan itu sudah cukup,” katanya.
Mengenai peluang Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi maju sebagai calon, Suharno mengakui belum ada komunikasi resmi terkait dengan pencalonan tersebut. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa sosok Immawan memiliki keunggulan. Salah satunya berstatus sebagai petahana sehingga memiliki popularitas yang tinggi. “Untuk calon tidak harus dari internal partai karena bisa dari luar. Yang terpenting, calon itu dikehendaki rakyat dan berkomitmen untuk membangun Gunungkidul,” ungkapnya.
Disinggung mengenai peluang untuk maju pilkada, Suharno mengaku menyerahkan sepenuhnya ke partai. “Saya manut, kalau partai mengehendaki siap, tapi kalau tidak juga bukan masalah,” katanya.
Mundurnya ipar Jokowi dari bursa pencalonan berdampak terhadap peluang Immawan untuk mau menjadi lebih besar. Sebelum ada kabar ini, peluang untuk maju makin mengecil karena partai yang diikuti untuk penjaringan bakal calon kepala daerah telah menentukan arah politik di pilkada.
Awalnya Immawan ingin maju melalui PAN yang ikut membesarkan namanya, namun rekomendasi dari DPP memutuskan mengusung duet Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto. Hal tak jauh berbeda juga hampir sama terjadi di Golkar karena meski telah ikut penjaringan, namun partai ini kemungkinan besar mengusung pasangan Mayor Sunaryanto dengan Heri Susanto.
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi saat dikonfirmasi belum bisa berkomentar panjang lebar. Meski demikian, ia mengungkapkan dalam politik tidak ada yang absolute dan sangat dinamis. “Intinya Maju Bismillah, andaipun tidak Alhamdulillah. Nanti pas waktunya tepat akan saya bicarakan lebih lanjut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.