WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sejumlah pesepeda berswafoto dengan latar belakang kawasan pedestrian Malioboro, Jogja, Minggu (7/6/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah wisatawan di DIY terus meningkat sejak objek wisata dibuka kembali pada awal Juli lalu. Berdasarkan data Visiting Jogja, kunjungan wisata pada akhir pekan lalu, Sabtu dan Minggu (15-16/8/2020) masing-masing 17.000 dan 39.000 orang.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, menjelaskan meningkatnya kunjungan wisata ini didominasi oleh wisatawan luar DIY, sebesar 53%. “Sudah mulai pergerakan dari non-DIY ke Jogja, ini yang perlu waspada,” ujarnya, Selasa (18/8/3030).
Namun, wisatawan DIY tetap yang paling banyak, kemudian disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan provinsi lainnya dengan jumlah kecil. Sebanyak 51 objek wisata telah masuk sistem Visiting Jogja, terverifikasi, melapor Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan melakukan uji coba terbatas.
BACA JUGA: Waduh, Uang Pecahan Rp75.000 Dijual di Online Rp50 Juta
Penghitungan kunjungan wisata dengan Visiting Jogja dilakukan sejak 10 Juli. Pada hari kerja, kunjungan tidak terlalu signifikan, yakni di bawah 5.000. Di akhir pekan meliputi pada 11 dan 12 juli sebanyak 8.000 orang dan 13.000 orang, lalu pada 18 dan 19 Juli sebanyak 11.000 dan 22.000 orang, kemudian 25 dan 26 Juni sebanyak 18.000 dan 27.000 orang, berikutnya 1 dan 2 Agustus sebanyak 14.000 dan 29.000 orang.
Dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisata ini, ia juga mengimbau wisatawan untuk menjaga protokol kesehatan. “Kalau hanya pengelola saja tidak bisa karena terbatas sekali. Malioboro mungkin masih bisa, tapi kalau seperti di Parangtritis, Baron, jika hanya petugas yang mengingatkan terus tidak bisa,” katanya.
Di samping itu, pihaknya juga mendorong sistem reservasi. Dengan wisatawan melakukan reservasi, pengelola akan mendapat data, dan wisatawan akan mendapat kepastian. Objek wisata masih membatasi jumlah kunjungan, sehingga jika kapasitas sudah penuh wisatawan tidak bisa masuk.
BACA JUGA: 120 Tenaga Kesehatan di Bantul Terkonfirmasi Positif Covid-19
Reservasi bisa dilakukan baik lewat website maupun aplikasi Visiting Jogja. Dinas pariwisata DIY menyiapkan hadiah yang akan diundi pada bulan ini berupa empat voucher hotel bagi wisatawan yang telah melakukan reservasi.
Jawatannya rutin memantau dan mengevaluasi objek wisata bersama dinas pariwisata kabupaten, dinas kesehatan, satpol PP dan gugus tugas.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menuturkan apabila wisatawan sudah datang seperti ini, destinasi wisata sudah mendapatkan pendapatan, hotel, biro travel, kuliner dan souveneer juga mengikuti. "Harapannya mendongkrak ekonomi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
PSIM Jogja resmi melepas Fahreza Sudin jelang Super League 2026/2027. Gelandang asal Ternate itu menjadi pemain keenam yang berpisah.
Kunjungan Narendra Modi ke Candi Prambanan membuat akses wisata dialihkan selama 7-8 Juli 2026. Wisatawan tetap dapat berkunjung ke sejumlah area.
JadePuffer menjadi ransomware berbasis AI pertama yang mampu menjalankan serangan siber secara mandiri dan adaptif tanpa banyak campur tangan manusia.
Bupati Bantul akan memanggil manajemen RSGM untuk membahas tunggakan gaji 36 eks pekerja yang belum dibayarkan selama empat bulan.
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.