Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 20 penambahan kasus positif pada Jumat (2/10/2020). Sleman mendominasi penambahan ini sebanyak 13 kasus. Sementara sebanyak 23 kasus dinyatakan sembuh dan empat kasus dilaporkan meninggal.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan berdasarkan domisilinya meliputi tiga kabupaten, yakni Kulonprogi 1 kasus, Gunungkidul 6 kasus dan Sleman 13 kasus. "Berdasarkan pemeriksaan pada 684 sampel dari 646 orang," ujarnya.
Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif 9 kasus, periksa mandiri 3 kasus, skrining karyawan 2 kasus dan masih dalam penelusuran 6 kasus.
BACA JUGA: Sultan Jogja: DIY Tak Akan Terapkan PSBB karena Bisa Menakut-nakuti Masyarakat
Adapun kasus sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 9 kasus, Bantup 8 kasus, Kulonprogo 1 kasus, Gunungkidul 3 kasus dan Sleman 2 kasus. Dengan penambahan ini maka total lasus positif DIY menjadi sebanyak 2.700 kasus, dengan 1.957 kasus sembuh dan 73 kasus meninggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.