Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Hampir 90%, Pengaspalan Segera Dimulai
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Kota Jogja memasuki musim hujan. Berbagai persiapan untuk mencegah potensi bencana hidrometerologi pun dilakukan.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengimbau warga yang untuk bersiap-siap menghadapi musim hujan khusus masyarakat di sekitar bantuan sunga. “Bahwa di masa penghujan siap-siap, terutama warga yang berada di bantaran sungai, kami imbau membersihkan segala sesuatu yang membuat aliran sungai tidak lancar, termasuk wilayah yang rawan longsor ," ujarnya pada Sabtu (11/10/2020).
BACA JUGA : Peralihan Musim Sebentar Lagi, BMKG DIY Ingatkan Cuaca
Heroe menjelaskan Pemkot Jogja telah melakukan berbagai upaya pencegahan yang berpotensi muncul di musim hujan. Salah satu upaya preventif tersebut dengan melakukan beberapa penebaganan pohon yang dinilai rawan tumbang. Selain itu melalui BPBD Kota Jogja siap seluruh anggota Kampung Tangguh Bencana (KTB) pun diminta untuk segera melakukan beberapa pencegahan. "Kami sudah mengingatkan kepada teman-teman KTB untuk melakukan monitoring sekitarnya, cipta kondisi hingga lingkungan benar-benar aman," terangnya.
Pencegahan melalui berbagai infrastruktur pun diklaim Heroe telah dilakukan. Perbaikan talut telah dilakukan di beberapa titik untuk mencegah terjadinya longsor. Talut yang diperbaiki sudah sesuai dengan upaya M3 (Mundur, Madep kali dan Munggah). Ia melihat kemajuannya, sebagian besar sudah diperbaiki dan telah memenuhi M3. Namun Heroe tidak menampik bahwa di beberapa titik memang masih rawan longsor seperti di kawasan Winongo atau di Gajahwong yang mungkin masih rawan.
BACA JUGA : Sudah Masuk Kemarau Jogja Masih Diguyur Hujan Deras
"Meski pun kemarin [talut Winongo dan Gajahwong] sempat diperbaiki dan kita normalkan, karena posisinya tinggi, antara sungai dengan talutnya tinggi, itu lah yang rawan-rawan longsor," ujarnya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Iswari Mahendrarko menyebutkan titik banjir di periode terbilang kecil. Iswari mencatat hanya banjir di wilayah Klitren saja yang sempat parah. "Lainnya cuma genangan yang hanya lewat, surut dengan cepat," katanya.
Di sisi lain dari catatan longsor, musim hujan periode lalu pun relatif rendah. Menurut penuturan Iswari hanya dua titik saja yang talut retak hingga ambrol belum sampai menyebabkan longsor. "Tahun kemarin hanya ada dua talut ada retakan-retakan," terangnya.
BACA JUGA : Potensi Hujan di DIY sampai Juni
Kendati potensi longsor dan banjir relatif rendah di Kota Jogja pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada KTB secara bertahap untuk melakukan beberapa kegiatan. Adapun kegiatan yang diarahkan kepada KTB yakni selalu memonitor tinggi permukaan air dan memeriksa apakah ada retakan-retakan talut. "Dalam satu atau dua pekan ini, kami akan melayangkan surat resmi untuk antisipasi pencegahan bencana di musim hujan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.