Viral Mobil Pelat Merah Halangi Ambulans di Demakijo, Ini Klarifikasi Pemkab Sleman
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Direktur Utama PDAM Sleman Dwi Nurwata mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan 1.000 sambungan rumah (SR) baru khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu untuk menikmati layanan air PDAM.
Program tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat agar memenuhi hak dasarnya mendapatkan layanan air bersih. "Ini salah satu program prioritas tahun ini bagi warga miskin yang memiliki daya listrik 450 watt. Tujuannya agar mereka dapat menikmati air yang sehat dan sudah diolah," katanya, Senin (18/1/2021).
Mereka yang menjadi sasaran program ini berada di 17 kapanewon. Terutama di wilayah pinggiran seperti Kapanewon Minggir, Moyudan, Tempel dan lainnya.
"Untuk wilayah Prambanan, kami tinggal mengganti pipa-pipa Pamsimas yang bocor dan rusak agar layanan PDAM bisa maksimal diterima warga. Perbaikan pipa-pipa yang bocor kami targetkan maksimal sampai Juli mendatang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
UGM mempertimbangkan langkah hukum untuk mengadvokasi lima mahasiswa yang diduga menjadi korban kekerasan saat demo di Sudirman.
Sleman menyiapkan sanksi tegas bagi pelajar yang terbukti terlibat kejahatan jalanan, namun hak pendidikan tetap dijamin.
BPBD Kota Jogja mengingatkan warga memahami tingkatan sirine EWS agar tahu kapan harus waspada, bersiap, hingga melakukan evakuasi.
DPRD Gunungkidul menyoroti potensi parkir ilegal dan pungutan ganda di destinasi wisata serta mendorong pengelolaan bersama warga lokal.
BGN memberikan suspend 30 hari kepada SPPG Sidoarjo Tanggulangin setelah 512 santri keracunan. Investigasi penyebab masih dilakukan.