SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Kondisi groundsill Kali Opak yang rusak akibat diterjang banjir membahayakan pondasi Jembatan Bogem, Prambanan, Senin (1/2/2021)-Harianjogja.com/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Hujan lebat yang terjadi Minggu (31/1/2021) sore menyebabkan volume air Kali Opak mengalami peningkayan. Dampaknya, sebuah sabo dam yang terletak tak jauh dari bawah Jembatan Bogem, Prambanan jebol.
Jebolnya sabo dam Kali Opak tersebut menyebabkan material tanah dan pasir di sekitar tiang penyangga Jembatan Bogem hilang terbawa arus. Akibatnya kaki-kaki tiang penyangga jembatan terlihat jelas tanpa penghalang. "Kejadian kemarin saat hujan dan angin kencang di sini. Tidak ada suara apa-apa, kemungkinan arusnya deras dan mengikis sabo dam itu," kata Bayu, warga Bogem, Tamanmartani, Kalasan, Senin (1/2/2021).
Jebolnya sabo dam tersebut, katanya, menyebabkan material di sekitar tiang penyangga jembatan Bogem ikut tergerus. Bahkan, tebing sisi Timur Kali Opak tersebut juga ambrol sepanjang 15 meter. Banjir juga menyebabkan rimbunan pohon bambu ikut tumbang. "Yang paling mambahayakan itu pondasi jembatan. Kalau dibiarkan dan terkena arus sungai terus maka tanah di sekitar tiang jembatan bisa tergerus. Apalagi saat ini masih puncak musim hujan," kata Bayu.
BACA JUGA: Kasus Narkoba di Bantul Justru Meningkat saat Pandemi
Dia berharap pemerintah segera memperbaiki sabo dam yang rusak akibat diterjang banjir tersebut. Pasalnya, kata Bayu, selain untuk menahan agar tanah di sekitar pondasi tidak tergerus air sabo dam itu juga berfungsi untuk menahan laju material yang terbawa arus sungai. "Padahal kemarin ketinggian banjir masih normal, tapi kemungkinan karena sudah jebol sehingga air langsung mengalir," katanya.
Hal senada disampaikan oleh Taufik Effendi relawan TRC BPBD Sleman. Saat meninjau ke lokasi, ia menyaksikan kerusakan dam sabo tersebut. Menurutnya, sabo dam tersebut merupakan groundsill sebagai pengendali dasar sungai. Jika kondisinya sudah jebol, maka bisa membahayakan jembatan karena tidak ada pengaman jembatan terhadap ancaman degradasi dasar sungai.
"Padahal jembatan itu merupakan jembatan vital yang menghubungkan dua provinsi, DIY dan Jawa Tengah. Kami lakukan survei awal dulu untuk dilaporkan ke atasan. Semoga perbaikannya bisa diprioritaskan," harap Taufik.
Dijelaskan dia, sebelum groundsill tersebut jebol di puncak Merapi terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi dengan dutasi cukup lama. Akibatnya, aliran sungai mengalami peningkatan. "Secepatnya kami BPBD Sleman akan berkoordinasi dengan BBWSSO untuk masalah ini,"katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Laga Persiku Kudus vs PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung Bantul batal digelar karena rekomendasi keamanan dari polisi tak terbit.
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Potensi perputaran ekonomi haji dan umrah Indonesia mencapai Rp80 triliun. Kemenhaj mendorong UMKM masuk rantai pasok pasar Arab Saudi.
BMKG memprakirakan gelombang hingga 4 meter di pantai selatan DIY pada 28 September 2026. Wisatawan diminta tidak berenang.
Kemenhub memperkuat pengawasan tiga lapis keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh sektor operasional.