Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pengerjaan jembatan darurat di Kalurahan Songbanyu, Girisubo. Foto diambil Jumat (12/2/2021)/ /Ist-dok Kapanewon Girisubo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul menaksir untuk pembangunan jembatan baru di Songbanyu, Kapanewon Girisubo membutuhkan anggaran sekitar Rp1,8 miliar. Meski demikian, untuk realisasi pembangunan masih menunggu kebijakan anggaran dari Pemkab Gunungkidul.
Kepala Seksi Rehabilitasi, Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan pasca-putusnya jembatan di Kalurahan Songbanyu yang diakibatkan terjangan banjir di akhir Januari lalu, pihaknya langsung membuat kajian untuk proses perbaikan. Meski demikian, hasil kajian dipastikan jembatan lama tidak bisa diperbaiki karena kerusakannya parah. “Harus dibangun baru,” kata Wadiyana, Minggu (14/2/2021).
Ia menjelaskan untuk pembuatan jembatan baru diperkirakan menelan anggaran Rp1,8 miliar. Adapun bentuknya jembatan akan memiliki lebar tujuh meter dan panjang kurang lebih sekitar sembilan meter. “Hasil kajian sudah ada dan tinggal realisasi untuk pembangunan,” ungkapnya.
Baca juga: Pembatasan di Perbatasan Kulonprogo, 287 Kendaraan Terjaring Aparat
Meski demikian, untuk kepastian pembangunan, Wadiyana belum bisa memastikan. Pasalnya, pelaksanaan sangat bergantung dengan ketersediaan anggaran di pemkab.
Ia tidak menampik, pasca-banjir di Girisubo di kapanewon tersebut memiliki status tanggap darurat bencana. Hal ini berarti upaya perbaikan bisa menggunakan alokasi belanja tak terduga milik pemkab. Hanya saja, sambung Wadiyana, pihaknya belum bisa memastikan anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan.
“Ya besok kami koordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah [BKAD]. Sebab saat rapat dulu belum ada kesepakatan dalam pemanfaatan BTT untuk perbaikan,” kataya.
Baca juga: Kisah Gus Miftah Pernah Ditodong Senjata saat Salat di Sarkem Jogja
Ditambahkan Wadiyana, untuk mengatasi jembatan putus, DPUPRKP juga sudah membangun jembatan darurat. “Sudah selesai dan akses kembali tersambung,” katanya.
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan, sudah tidak ada masalah berkaitan dengan jembatan darurat karena pembangunan telah selesai dilaksanakan. “Sudah tersabung dan bisa dilewati,” katanya.
Meski demikian, Arif berharap kepada pengendara untuk tetap berhati-hati saat melintas di jembatan darurat. “Ini akses sementara dan mudah-mudahan jembatan permanen bisa segera diwujudkan,” ungkapnya.
Hanya saja, ia belum bisa memastikan kapan jembatan baru bisa direalisasikan karena pembangunan sangat bergantung kebijakan dari pemkab.
Untuk diketahui, jembatan di Songbanyu ini rusak akibat terjangan banjir yang yang terjadi di akhir Januari lalu. Selain memutus akses, banjir juga terjadi di beberapa titik seperti di kawasan Pelabuhan Sadeng dan SMP Negeri 1 Girisubo. “Untuk lokasi di SMP, tembok pagar sekolah juga ambrol karena banjir,” kata Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
petugas mengamankan seorang pria berinisial MAR, warga Magelang, yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.