Disdukcapil Gunungkidul Buka Layanan Ekstra untuk Pemilih Pemula
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mulai mendata warga yang menjadi sasaran vaksinasi corona tahap kedua.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, hingga saat ini proses vaksinasi untuk tenaga medis masih terus berlangsung. Meski belum selesai, tim dari dinas sudah mulai mempersiapkan sasaran penerima vaksin di tahap kedua.
BACA JUGA: Hadapi Wabah, Sultan HB X Minta Warga DIY Tiru Sikap Nelayan & Petani
“Sasaran tahap kedua diberikan kepada pelayan publik,” kata Dewi kepada wartawan, Selasa (16/2).
Ia menjelaskan layanan publik tidak hanya untuk pengawai di lingkup pemkab, tetapi juga menyasar para guru, pekerja layanan publik di sektor formal dan informal. Selain itu, pedagang pasar hingga pelaku usaha di sektor wisata dan perhotelan juga masuk prioritas untuk vaksinasi tahap kedua ini.
Meski demikian, Dewi belum bisa memastikan berapa jumlah yang akan mendapatkan vaksin. Ia berdalih, proses pendataan masih berlangsung sehingga belum bisa menyebutkan angka calon penerima vaksin.
Menurut dia, tim dari dinas kesehatan tidak bekerja sendiri karena juga melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemkab. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pendataan sehingga bisa tepat sasaran.
“OPD yang mengampu ikut dilibatkan. Misalnya, untuk pendataan guru kami serahkan ke disdikpora, sedangkan sasaran pedagang di pasar diserahkan ke dinas perindustrian dan perdaganagan,” kata Juru Bicara Satgas Penanggulanan Covid-19 ini.
BACA JUGA: Baru 7 Kalurahan di Sleman yang Miliki Selter Covid-19
Data sasaran penerima vaksin kedua akan diserahkan ke Pemerintah Pusat. Jumlah tersebut nantinya juga menjadi dasar dalam pendistribusian dosis vaksin di Bumi Handayani. “Untuk pelaksanaan kami ikuti instruksi dari pemerintah pusat. Yang jelas, vaksinasi tahap kedua menyasar ke sektor pelayanan publik,” katanya.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah mendapatkan dua kali pendistribusian vaksin corona jenis Sinovax. Untuk pengiriman pertama, mendapatkan jatah 5.544 dosisi dari Dinas Kesehatan DIY. Adapun yang kedua sebanyak 616 dosis guna melengkapi sasaran vaksinasi di tahap pertama.
Menurut dia, untuk penyimpanan tidak ada masalah karena sudah memiliki tempat penyimpanan khusus vaksin. “Tidak ada masalah karena kami memiliki coldroom untuk penyimpanan dan sudah terbiasa menyimpan vaksin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
DPD PDI Perjuangan DIY menggelar tahlil dan doa bersama untuk memperingati tujuh hari wafatnya Muhammad Guruh Soekarnoputra di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY
Daftar 30 kereta ekonomi New Generation Oktober 2026, terdiri dari rangkaian modifikasi dan Stainless Steel New Generation.
Portugal menang 4-2 atas Denmark di Nations League tanpa Cristiano Ronaldo. João Félix menjadi penentu kemenangan pada menit ke-87.
Bonceng penumpang dengan motor sport perlu persiapan. Cek kondisi motor, posisi penumpang, tekanan ban, hingga cara mengerem.