Hadapi Wabah, Sultan HB X Minta Warga DIY Tiru Sikap Nelayan & Petani

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X saat membacakan sapa aruh di Bangsal Kepatihan, Kompleks Pemda DIY, Selasa (16/2/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
16 Februari 2021 11:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY, Sri Sultan HB X kembali menyapa warga atau sapa aruh, di Bangsal Kepatihan, Komplek Pemda DIY, Selasa (16/2/2021). Dalam sapa aruh kali ini Sultan meminta masyarakat untuk senantiasa sabar dan tetap semangat dalam menjalani hidup di tengah carut marutnya kondisi perekonomian sebagai dampak wabah atau pandemi Covid-19.

Untuk bisa memiliki pola pikir seperti itu, Sultan meminta masyarakat bisa mencontoh sikap nelayan dan petani. Menurutnya nelayan tidak akan menyalahkan badai dan ombak pasang yang membuat mereka tidak bisa melaut. Melainkan menunggu sampai situasi kondusif, yang diyakini bakal membawa berkah tersendiri.

BACA JUGA : Corona di Jogja Melejit, Begini Komentar Sultan

"Dalam kaitan ini kita bisa belajar dari nelayan saat merespon gelombang besar. Mereka pun tidak bisa melaut, tapi mengerti untuk apa mengganggu pasang surut air laut yang sedang menghantarkan oksigen untuk plankton di dasar laut. Benar saja saat badai reda, planton tumbuh lebih subur, Ikan-ikan berkembang biak, lalu nelayan dapat kembali memperoleh ikan dalam jumlah yang cukup," ucapnya.

"Para nelayan tidak pernah menghujat gelombang dan badai tetapi mereka mengtahui kapan saat terbaik untuk istirahat, tetap semangat tanpa sambat," sambung Sultan.

Sama halnya petani, membiarkan lahan istirahat untuk memulihkan diri. Saat seperti itu menurutnya jadi momen terbaik petani untuk memperbaiki alat-alat pertanian yang rusak. Alat yang masih baik, dibuat lagi varian yang lebih baik.

BACA JUGA : Begini Kata Sultan soal Zona Merah Corona di DIY 

"Sikap-sikap rajin inilah yang mempertemukan kita pada produk-produk jenius. Produk-produk tidak sekali jadi yang terasah oleh mentalitas perajin yang ingin memperbaiki diri dan karyanya," jelasnya.

Hal itu kata Sultan, sudah seharusnya dicontoh masyarakat terutama para pelaku bisnis. Setiap pelaku bisnis semestinya juga mengenal masa jeda. Namun jeda ini bukan untuk tidak produktif, tetapi justru untuk lebih produktif dengan memperbaiki piranti bisnis.

BACA JUGA : Corona di DIY Meroket, Ini Kata Sultan Jogja

"Belajar dari mereka saat datangnya wabah Corona inilah momentum terbaik bagi pelaku bisnis memperbaiki fasilitas. Meningkatkan kemampuan SDM dan juga menajamkan wawasan bisnisnya. Di mana pemerintah wajib memberikan insentif dan stimulus ekonomi sebagai modal survival untuk mereka bangkit," ucapnya.