Gol Debut Melvyn Lorenzen Jadi Modal Tatap Laga di Maguwoharjo
Gol debut Melvyn Lorenzen ke gawang Bali United mendongkrak kepercayaan diri jelang laga kandang PSS kontra Madura United.
Ilustrasi cabai/Reuters
Harianjogja.com, BANTUL- Memasuki musim hujan harga cabai kembali melambung di pasaran. Pedagang pasar pilih kurangi pasokan karena harganya terlampau tinggi.
Salah satu seorang pedagang Pasar Bantul, Ardi mengaku harga berbagai jenis cabai naik beragam. Cabai rawit setan contohnya, Ardi menyebut harga cabai naik pesat berada di kisaran Rp80.000 - 85.000 per kilogram. Bahkan sempat menyentuh angka tertinggi di harga Rp90.000 per kilogram. "Udah lama naiknya, dua pekan ada. Sebelumnya cabai rawit setan harganya Rp50.000 - 60.0000 per kilogram. ," tuturnya Jumat (26/2/2021).
Kenaikan harga cukup mencolok juga terjadi pada jenis cabai lalap. Disebutkan Ardi, kenaikan cabai lalap hampir msncapai 50 persen, dari Rp30.000 per kilogram, naik di harga Rp60.000 - 65.000 per kilogram. Jenis cabai lainnya seperti cabai merah juga alami kenaikan harga meski tidak setinggi kenaikan harga pada cabai rawit dan cabai lalap.
Penjualan di los Ardi pun alami penuruanan. Ardi pun menyiasatinya dengan mengurangi suplai kulakan cabai hariannya. Pada jenis cabai rawit setan contohnya, jika sebelumnya Ardi mampu menjual 50 kilogram per harinya, saat ini Ardi hanya mentok memasok cabai rawit setan 15 kilogram per hari. Sementara suplai cabai merah yang biasa mencapai 40 kilogram sehari, hanya dipasok Ardi 10 kilogram per hari saja.
BACA JUGA: Bayar Andong di Malioboro Kini Lewat Digital
Kenaikan harga cabai menurut Ardi terjadi karena musim hujan yang tengah berlangsung. Sementara itu, berkurangnya produksi dari petani juga menyebabkan suplai terbatas sementara permintaan tetap.
Kepala Seksi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok, Dinas Perdagangan Bantul Zuhriyatun Nur Handayani membenarkan alasan naiknya harga cabai disebabkan faktor hujan. "Alasannya lebih karena faktor cuaca di musim hujan, dii mana cabai merupakan komoditas yang rentan, mudah busuk," tuturnya.
Dari hasil pantauan di beberapa pasar rakyat di Bantul, Zuhriyatun menerangkan untuk harga cabai merah keriting maupun cabai rawit memang naik. Pada pekan lalu, rata-rata harga untuk cabai merah keriting Rp48.300 per kilogram dan pekan ini mencapai Rp50.000 per kilogra. "Sementara untuk cabai rawit merah harga rata-rata pekan kemarin Rp78.667 per kilogram dan pekan ini menembus sampai 90.000 per kilogram," jelasnya.
Kendati harga cabai naik, Dinas Perdagangan Bantul belum berencana melakukan operasi. "Sementara dari hasil laporan pantauan di pasar rakyat untuk pasokan masih aman dan belum ada rencana operasi," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gol debut Melvyn Lorenzen ke gawang Bali United mendongkrak kepercayaan diri jelang laga kandang PSS kontra Madura United.
DPAD DIY kembali menggelar workshop perbaikan buku rusak karena minat masyarakat membaca buku fisik masih tinggi.
Menkeu Purbaya siapkan sekitar Rp31,1 triliun untuk mengalihkan pembayaran gaji PPPK daerah ke pemerintah pusat mulai Januari 2027.
DPRD Kota Jogja mulai mengarahkan tamu kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mengenalkan produk lokal dan mendorong ekonomi masyarakat.
YIA menyalurkan Rp100 juta untuk penanganan stunting 115 balita di Kulonprogo melalui PMT, multivitamin, edukasi, dan ayam petelur.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.