Jogja Inspira Hadirkan Kolaborasi Musik, Puisi dan Sketsa
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman mulai melakukan persiapan pelaksanaan pemilihan lurah (Pilur) tahun. Untuk sementara, pelaksanaan Pilur direncakan digelar pada 22 Agustus mendatang di 35 kalurahan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman, Budiharjo menjelaskan 35 kalurahan yang akan melaksanakan Pilur 2021 akan melibatkan warga di 470 padukuhan yang tersebar di 17 kapanewon. Budi mengatakan, Pilur serentak secara elektronik tersebut diperkirakan melibatkan jumlah pemilih sebanyak 356.086 orang.
BACA JUGA : E-voting, Pemenang Pemilihan Lurah Diketahui Dalam Waktu
"Untuk jumlah TPS yang akan digunakan ada sebanyak 912 TPS," kata Budiharjo usai Kegiatan Pengarahan Pemilihan Lurah Serentak secara elektronik Tahun 2021 di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Senin (8/3/2021).
Budi mengatakan, penentuan jumlah TPS mengacu pada jumlah TPS saat pelaksanaan Pilkada 2020 lalu di mana sudah ada pembatasan jumlah pemilh paling banyak 500 DPT per TPS. Hal itu sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 141/6698/SJ tanggal 10 Desember 2020 tentang Jumlah Pemilih di Tempat Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa Serentak di era pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
"Sosialisasi tentang sistem pilihan lurah baru yang menggunakan elektronik voting (e-voting) rencana dimulai 15 Maret 2021 di masing-masing kalurahan karena pelaksanaan Pilur serentak akan digelar 22 Agustus," kata Budi.
BACA JUGA : Ini Satu-satunya Lurah Perempuan Pemenang Pilkades
Sama halnya saat Pilur serentak 2020 lalu, Dia menuturkan pelaksanaan Pilur tahun ini tetap dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. Dasarnya, Permendagri No.72/2020 tentang Perubahan Kedua Permendagri No. 112/2014 tentang Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa.
Dihadapan 35 Lurah dari kalurahan yang akan menggelar Pilur, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menilai pelaksanaan Pilur pada 2020 lalu berjalan dengan baik dan lancar, namun tetap dievaluasi dan dilakukan perbaikan-perbaikan.
"Hal ini untuk mengantisipasi permasalahan pada pelaksanaan sebelumnya sehingga pelaksanaan Pilur tahun ini benar-benar berjalan dengan baik, lancar dan sesuai yang diharapkan," ungkapnya.
Pilur serentak yang digelar saat kondisi pandemi Covid-19 ini menurutnya juga perlu mendapat perhatian khusus. Terutama terkait penerapan protokol kesehatan yang ketat, cermat dan berpedoman pada aturan. "Saya harap pelaksanaan Pilur secara serentak dapat dilaksanakan secara aman serta tidak memunculkan kluster pemilihan Lurah," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Video CCTV kecelakaan maut Bekonang Sukoharjo memperlihatkan bus menabrak dua motor hingga dua korban satu keluarga meninggal dunia.
BPH Migas mengungkap kenaikan harga BBM nonsubsidi ikut mendorong permintaan Pertalite hingga 11 persen secara nasional.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi membuka Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di Lapangan Beran, Sleman, Minggu (13/9/2026)
JK meminta PMI memperkuat pencegahan bencana. PMI DIY juga didorong meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebencanaan.
Empat prajurit TNI AU ditahan terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammil Farisa, 22, meninggal dunia.