Eks Kepala BMKG Ungkap Cuaca dan Bencana Alam Saling Memengaruhi
Eks Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan hubungan dua arah antara cuaca dan bencana alam, termasuk dampak erupsi terhadap cuaca.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Olahraga sepeda yang makin digemari selama pandemi kini berangsur menurun. Jumlah pesepeda yang sambangi destinasi wisata pun mulai berkurang.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyebutkan meski masih ada pesepeda yang kunjungi obyek wisata Bantul, tapi penurunan jumlah pesepeda tak dielakkan memang terjadi. Animo masyarakat yang ingin bersepeda ke tempat wisata tak setinggi beberapa waktu lalu.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Luncurkan Rute Wisata Sepeda
"Kalau pesepeda saya kira masih relatif banyak walaupun udah banyak penurunan dibandingkan tiga sampai lima bulan lalu. Untuk yang sekarang relatif sudah turun cukup banyak, tapi masih ada," jelas Kwintarto pada Rabu (24/3/2021).
Padahal menurut Kwintarto naiknya tren seprda wisata cukup membantu perekonomian masyarakat. "Kalau yang di masyarakat, obyek wisata desa dan sebagainya, terkait dengan perekonomian masyarakat masih cukup banyak [pemasukan]," tuturnya.
Kendati tren menurun, Kwintarto tak banyak mengambil langkah untuk mempromosikan sepeda wisata. Pengetatan yang berlangsung, menurutnya berisiko menimbulkan kerumunan. "Upaya secara khusus tidak ada karena ini memang musiman. Kalau terkait dengan segmen mau digalakkan masih ada PPKM itu kan juga repot," jelasnya.
BACA JUGA : Lewati Sejumlah Kampung, Ini Rute Wisata Sepeda di Jogja
"Memang dalam posisi ini tidak kita lakukan daya tarik, karena memang kalau berkurumunnya semakin banyak kadang-kadang pengendaliannya susah. Sehingga tidak kita siapkan sesuatu promosi khusus pesepeda," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eks Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan hubungan dua arah antara cuaca dan bencana alam, termasuk dampak erupsi terhadap cuaca.
DPAD DIY kembali menggelar workshop perbaikan buku rusak karena minat masyarakat membaca buku fisik masih tinggi.
Menkeu Purbaya siapkan sekitar Rp31,1 triliun untuk mengalihkan pembayaran gaji PPPK daerah ke pemerintah pusat mulai Januari 2027.
DPRD Kota Jogja mulai mengarahkan tamu kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mengenalkan produk lokal dan mendorong ekonomi masyarakat.
YIA menyalurkan Rp100 juta untuk penanganan stunting 115 balita di Kulonprogo melalui PMT, multivitamin, edukasi, dan ayam petelur.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.