Puskesmas Wonosari 2 Bersiap Tempati Bekas Kantor Dinkes
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Ilustrasi pasar tradisional/Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, SEMANU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul berencana membangun ulang Pasar Munggi di Kalurahan Semanu, Semanu, Gunungkidul. Meski demikian, untuk pelaksanaan meminta bantuan ke Pemerintah Pusat melalui anggaran tugas pembantuan.
Kepala Bidang Pasar, Disperindag Gunungkidul, Ari Setiyawan mengatakan, pembangunan ulang Pasar Munggi sudah dimulai sejak 2020 lalu. Meski demikian, belum semua area dapat dibangun karena pembangunan baru menyasar sisi timur. Sedangkan sisi barat belum dibangun sehingga disperindag mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat melalui anggaran tugas pembantuan.
BACA JUGA : Pembangunan Pasar Hewan Godean Dimulai Tahun Ini
“Tahun lalu, kami dapat anggaran tugas pembantuan sekitar Rp3 miliar dan itu digunakan memangun Pasar Munggi di sisi timur. Rencananya pembangunan kami lanjutkan yang sisi barat dengan meminta bantuan ke Pusat,” kata Ari kepada wartawan, Rabu (31/3/2021).
Meski demikian, untuk alokasi anggaran belum bisa memastikan. Pasalnya, hingga sekarang masih menunggu hasil kajian dari konsultan perencana berkaitan dengan anggaran yang dibutuhkan.
“Masih ada waktu karena batas akhir pengajuan dana tugas pembantuan masih April. Jadi, kami lengkapi dulu dokumen untuk perencanaan pembangunannya,” ungkapnya.
Menurut dia, untuk program pembangunan pasar tradisional tidak bisa mengandalkan anggaran dari pemkab. Pasalnya, kemampuan anggaran yang dimiliki masih sangat terbatas sehingga pengajuan bantuan ke Pemerintah Pusat menjadi salah satu opsi yang dijalankan.
“Tahun ini, kami tidak mendapatkan dana tugas pembantuan. Mudah-mudahan untuk Pasar Munggi sisi barat bisa disetujui sehingga tahun depan bisa dimulai pembangunan,” katanya.
BACA JUGA : Revitalisasi Selesai, Pasar Prawirotaman Jadi Pasar
Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, pemkab hingga sekarang mengelola 40 pasar yang tersebar di seluruh wilayah. Menurut dia, kondisi di pasar beragam ada yang baik, tapi ada juga yang butuh perbaikan. “Untuk prioritas perbaikan, kami fokus di pasar yang buka setiap hari,” katanya.
Johan mengakui program perbaikan terkendala dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemkab. Oleh karennaya, agar program dapat dimaksimalkan akan mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat atau upaya mengakses dana keistimewaan yang dimiliki Pemerintah DIY.
“Kami siapkan beberapa dokumen pernencanaan sebagai dasar mengusulkan rehabilitasi pasar yang memerlukan pembiayaan dari Pemerintah Pusat atau lewat pembiayaan dana keistimewaan,” kata Johan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.
Lima wakil Indonesia memulai perjuangan di Taipei Open 2026. Sorotan tertuju pada debut pasangan baru Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu di sektor ganda cam
Agnez Mo perkenalkan pencak silat dan karambit di Reacher Season 4 sebagai promosi budaya Indonesia. Bangga! Simak kisah di balik adegan laga.
28 Juli: Hari Hepatitis Sedunia, Hari Cat Air Sedunia, dan Hari Konservasi Alam. Kenali makna dan ajakan di balik setiap peringatan global ini!