Pemkab Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta untuk Keruk 8 Sungai
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp400 juta untuk pengerukan delapan alur sungai guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Sejumlah remaja dibawa dan diperiksa di markas Dirsamapta Polda DIY setelah ditangkap seusai aksi balapan liar yang mereka lakukan di sekitar stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (26/4/2020)./Istimewa-Humas Polda DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jajaran Polres Gunungkidul terus melakukan operasi cipta kondisi pada saat Ramadan. Selain untuk menjaga keamanan dan ketertiban, operasi bertujuan mengurangi potensi balapan liar yang diduga marak usai Tarawih atau sahur.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, pihaknya sudah memetakan potensi rawan aksi balap liar. Jalur-jalur ini meliputi kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan di ruas Paliyan-Saptosari; jalan Rongkop-Nglindur, Girisubo; ruas jalan Ngalang, Gedangsari dan jalan di kawasan Kalurahan Wareng, Wonosari.
Menurut dia, di jalur ini rawan terjadi aksi balap liar karena kondisi jalan yang bagus dan lurus. Kondisi ini sangat mendukung untuk menggeber sepeda motor dengan kecamatan maksimal. “Akan terus kami pantau dan siap bubarkan saat ada kerumunan,” kata Suryanto kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).
Ia mengungkapkan, operasi cipta kondisi akan terus dilakukan dengan cara patroli yang dinilai rawan, khususnya pada saat usai tarawih dan makan sahur. “Aksi balap liar sangat berbahaya karena rawan terjadi kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Jadi harus diantisipasi,” katanya.
Suryanto menegaskan, aksi pembubaran bukan gertak sambal. Hal ini terlihat adanya pembubaran aksi kerumunan dan kebut-kebutan anak-anak muda di ruas jalan Ngalang, Gedangsari. Sedikitnya tujuh remaja diberikan sanksi pembinaan oleh petugas kepolisian yang berpatroli. “Kalau tetap ngeyel, kami siap menindak secara tegas,” ungkap dia.
Ia berharap untuk menangkal aksi balap liar dibutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Salah satunya melaporkan adanya kerumunan yang berpotensi terjadi kebut-kebutan motor di wilayah masing-masing. “Partisipasi ini penting untuk ikut dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp400 juta untuk pengerukan delapan alur sungai guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Pemerintah memutuskan mengangkat PPPK paruh waktu lintas profesi menjadi penuh waktu. Pendaftaran CPNS juga direncanakan mulai November 2026.
BPBD Banyumas mencatat 84 dari 121 desa terdampak kekeringan menyatakan kebutuhan air bersih tercukupi. Distribusi bantuan masih berlanjut di wilayah lain.
Pemerintah menyiapkan stimulus Rp31 triliun pada akhir 2026, mulai dari pembukaan rekening, bantuan pangan, BSU, hingga diskon tiket Nataru.
RAPBD DIY 2027 mengalokasikan 40,14% belanja untuk pendidikan. DPRD menyoroti penurunan bantuan keuangan hingga 33,65%.
Pengacara Irjen Ahrie Sonta memastikan kliennya kooperatif dalam kasus dugaan penyadapan Presiden yang turut menyeret eks Kapolri Listyo Sigit.