Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Beberapa penumpang hendak berangkat di Terminal Jombor, Kamis (15/4/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, WONOSARI – Kepala Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Arif Gunandi menyarankan kepada pengasuh pondok pesantren untuk memulangkan para santri lebih awal. Hal ini dilakukan untuk menghindari pelarangan mudik yang mulai berlaku 6 Mei mendatang.
Adapun pertimbangan lain, para santri dalam kurun waktu dua bulan tidak ada kegiatan belajar mengajar. “Saya anjurkan kepada kiai [pengasuh pondok] untuk memulangkan pada 2-3 Mei. Apalagi selama dua bulan tidak ada kegiatan di pondok,” kata Arif kepada wartawan, Rabu (28/4/2021).
BACA JUGA : Masa Pengetatan Perjalanan, Para Santri Boleh Mudik
Menurut dia, upaya memulangkan santri merupakan hal yang wajar. Pasalnya, selama tidak ada kegiatan maka tidak ada yang bertanggungjawab kalau tetap berada di pondok. “Makanya disarankan untuk dipulangkan lebih awal,” katanya.
Meski demikian, lanjut Arif, pada saat pemulangan, santri diminta tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu juga mempersiapkan surat legal dari dokter atau fasilitas kesehatan terkait kondisi kesehatannya saat mudik. “Yang tak kalah penting, santri juga harus mengikuti aturan dari kampung atau wilayah tujuan mudik,” katanya.
Menurut Arif, santri yang mondok di Gunungkidul tidak hanya berasal dari wilayah DIY. Namun ada juga yang berasal dari Jawa Tengah, Pulau Kalimantan, hingga luar negeri seperti Thailand, Singapura, dan Timor Leste.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pihaknya siap berkoordinasi dengan pondok pesantren untuk keperluan mudik bagi para santri. “Semua tergantung masing-masing pondok. Kalau merasa perlu ada mudik, maka harus ada koordinasi terlebih dahulu,” kata Dewi.
BACA JUGA : Gelar Mudik Online, Jasa Raharja Siapkan 5.000 Paket Kuota
Ia menjelaskan, di Gunungkidul sempat ada penularan virus corona dari klaster pondok pesantren. Oleh karenanya, hal tersebut harus diantisipasi agar enularan di lingkungan pondok tidak terulang.
Menurut Dewi, proses mudik para santri tidak ada masalah karena yang terpenting bisa mematuhi peraturan, khususnya tentang prorokol kesehatan. Meski demikian, yang jadi catatan adalah saat para santri kembali ke lingkungan pondok. Hal ini harus diantisipasi karena bisa menjadi penyebab penularan virus.
“Justru yang kritis itu saat kembali ke pondok dan harus diantisipasi. Apalagi para santri berasal dari berbagai daerah sehingga harus dipersiapkan seperti pemeriksaan kesehatan hingga aturan tidak menggunakan kendaraan umum saat datang ke pondok,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.