Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Manajemen BDG Gunungkidul saat melakukan zoom meetng untuk memperkuat sektor UMKM di Gunungkidul. foto diambil beberapa waktu lalu. /Ist
Harianjogja.com, WONOSARI – BPR Bank Daerah Gunungkidul (BDG) berkomitmen untuk mengembangkan sektor UMKM di Bumi Handayani. Selain membantu dengan penguatan permodalan, bank milik Pemkab Gunungkidul ini juga memberikan pendampingan berupa pelatihan-pelatihan guna memerkuat produk yang dihasilkan.
Direktur Bisnis, BPR BDG, Suci Sulistyowati mengatakan, untuk pengembangan sektor UMKM tidak bekerja sendirian karena menggandeng Dinas Koperasi UKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul. Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, maka upaya mengembangkan potensi UMKM dapat dimaksimalkan. “Beberapa waktu lalu, kami menggelar zoom meeting untuk pengembangan UMKM di Gunungkidul,” kata Suci kepada Harianjogja.com, Rabu (28/4/2021).
BACA JUGA : BDG Bagikan Dua Mobil kepada Nasabah dari Rongkop
Menurut dia, pihaknya berkomitmen untuk membantu usaha kecil dalam upaya pengembangan usaha. Upaya yang dilakukan tidak hanya menyediaka fasilitas pembinaan berupa inovasi hingga peningkatan kualitas produk yang dihasilan. Namun demikian, sambung Suci, BDG juga akan menyediakan situs yang dijadikan sarana pemasaran secara online.
“Masih proses dan nantinya akan kami bantu mengelola situs pemasaran. Pertimbangan kami kelola sendiri karena memiliki sumber daya manusia yang memadai,” katanya.
Kepala Divisi Bisnis, PT BPR BDG, Sugihandono mengatakan, BDG tidak hanya membantu dalam upaya pembinaan. Namun untuk pengembangan UMKM juga menyiapkan program untuk penguatan permodalan.
Ia tidak menampik adanya pandemic corona sejak setahun lalu sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan dunia usaha. Oleh karenanya, BDG menyiapkan dua program untuk pemulihan ekonomi akibat dampak dari corona. Program pertama bertajuk kredit usaha kreatif (Solutif) dengan plafon pinjaman sampai Rp300 juta dan angsuran maksimal lima tahun. Sedangkan program kedua kredit Merapi dengan plafon pinjaman maksimal Rp10 juta dengan angsuran maksimal tiga tahun.
BACA JUGA : BDG Gulirkan Kredit untuk Pemulihan Ekonomi
“Untuk bunga ringan. Kredit solutif dengan bunga 0.75% sedang Merapi 0,5% per bulannya,” kata Sugi.
Ia menjelaskan, program ini dapat membantu pelaku UMKM untuk penguatan modal. Sugi tidak menampik adanya pandemi membuat pelaku usaha membutuhkan penguatan dana sehingga BDG hadir memberikan bantuan yang diharapkan.
“Kami terus sosialisasikan program ini karena bisa diakses masyarakat secara luas,” katanya.
Hingga sekarang lanyanan BDG sudah menjangkau di 15 kapanewon. Total ada 14 kantor kas di kapanewon dan satu kantor pusat. “Yang belum terlayani ada di Kapanewon Semanu, Paliyan dan Girisubo. Namun, dalam waktu dekat akan dibuka kantor layanan di Semanu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Google merilis Gemini 3.8 Live dan Extended Thinking. Simak kemampuan AI suara terbaru, fitur penalaran, multimodal, benchmark, dan ketersediaannya.
Simak jadwal lengkap timnas voli putri dan putra Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, termasuk lawan, tanggal, dan jam pertandingan.
Benarkah main judi online bisa terdeteksi dari KK atau NIK? Simak kaitan pemadanan data dengan bansos, cara klarifikasi, dan cek pinjaman lewat SLIK OJK.
Nostalgia era 1990-an memang menyenangkan, tetapi tidak semua kebiasaan masa lalu perlu diwariskan. Simak 5 kebiasaan yang sebaiknya ditinggalkan.
Utang luar negeri Indonesia mencapai US$454,8 miliar pada Juli 2026. Singapura menjadi negara kreditor terbesar, disusul AS, Tiongkok, Jepang, dan Hong Kong.