CFD Gunungkidul Pindah ke Jalan Agus Salim, Ini Alasannya
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Warga di Kapanewon Girisubo mulai kesulitan mendapatkan air bersih meski musim kemarau baru saja akan dimulai Adapun dampaknya, pengusaha tangki angkutan air mulai kebanjiran pemesanan.
Salah seorang pengusaha tangki angkutan air di Kalurahan Jerukwudel, Girisubo, Kitut Sakiran mengatakan, hujan di wilayahnya sudah tidak turun sejak beberapa minggu lalu. Kondisi ini pun berdampak terhadap stok cadangan air bersih milik warga yang mulai habis. “Warga sangat mengandalkan air hujan yang ditampung dalam bak dan stoknya sudah habis karena digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Kitut saat dihubungi, Minggu (2/5/2021).
Dampak dari hujan yang berhenti turun, ia mengakui sejak satu minggu lalu kebanjiran order pengiriman air bersih ke masyarakat. Setiap hari bisa mengirimkan sebanyak delapan sampai sepuluh tangki kapasitas 5.000 liter. Adapun harga sangat bergantung dengan jarak dan kondisi medan yang harus dilalui.
Sebagai contoh, harga termurah dipatok untuk wilayah di sekitaran kapanewon atau di wilayah Kalurahan Pucung, harganya di kisaran Rp90.000-10.000 per tangki. Sedangkan untuk di wilayah Kalurahan Tileng bisa mencapai Rp120.000 untuk sekali pengiriman. Adapun harga pengiriman termahal terjadi di wilayah Songbanyu tepatnya di Dusun Putat, Selang, Joho dan Gesik dengan harga Rp200.000 per tangki.
BACA JUGA: Ini 2 Titik Penyekatan Wilayah di Kota Jogja
“Jaraknya jauh karena harus melalui wilayah Wonogiri [Jawa Tengah]. Sedangkan dari medan juga ekstrim karena jalannya naik turun. Jadi wajar kalau harganya lebih mahal. Baru saja [kemarin] saya mendapatkan pesanan untuk ke wilayah Songbanyu ini,” katanya.
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya membenarkan sudah ada warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini terlihat adanya lalu lalang kendaraan tanki pengankut air di depan kantor kapanewon.
Meski demikian, sambung dia, belum bisa menyebutkan dampak secara resmi warga yang mengalami kekurangan air bersih. Hal ini dikarenakan, pihak kapanewon baru akan melakukan koordinasi dengan kalurahan guna mendata warga terdampak kekeringan. “Sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk, tapi sudah ada armada pengangkut air yang beroperasi,” katanya.
Arif menuturkan, wilayah Girisubo memiliki sumber air yang minim. Oleh karenanya pada saat kemarau sering mengalami krisis air bersih. Tahun lalu, ada sekitar 60 dusun di delapan kalurahan yang membutuhkan bantuan, baik yang dilaksanakan kapanewon maupun BPBD Gunungkidul.
“Kami miliki anggaran sendiri, tapi juga butuh tambahan bantuan dari pemkab,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.