Ini 2 Titik Penyekatan Wilayah di Kota Jogja

Pedagang di kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) sedang menutup tempat usahanya pada Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 19.30 WIB. - Harian Jogja/Sirojul Khafid\\r\\n
02 Mei 2021 14:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Untuk menangkal pemudik yang masuk, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan menyekat dua jalur di wilayahnya. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, penyekatan berada di Gejayan dan Wirobrajan.

“Ini kan karena kami [wilayahnya] ada di tengah, karena di pinggir sudah ada penyekatan dari kabupaten [lain], kami hanya menepis apabila mereka pakai jalur yang berbeda. Menjadi pelapis kedua,” kata Heroe, Jumat (30/4/2021).

Petugas pengamanan penyekatan terdiri dari berbagai unsur seperti anggota Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan organisasi lain. Selain penyekatan jalur, adapula empat posko mudik yang berada di Gedongkuning, Tugu, Teteg, dan Kantor Pos Besar.

Baca juga: Nikmatnya Berbuka sambil Menikmati Panorama Persawahan Lembah Menoreh

Terkait antisipasi pemudik di tingkat kampung, saat ini posko Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) Mikro di setiap Rukun Warga (RW) semakin diaktifkan. Untuk warga luar DIY yang masuk, meski bukan pada tanggal larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 harus melaporkan diri dan menunjukan surat sehat. Setelah itu warga pendatang harus melakukan isolasi lima hari untuk yang sehat, serta dua pekan bagi yang bergejala.

“Nanti kalau tidak ada surat-surat, ada tindakan untuk mereka supaya aman,” kata Heroe.

Untuk yang ingin berlibur ke beberapa destinasi, hanya diperbolehkan bagi warga internal DIY. Warga luar DIY tidak diperbolehkan masuk, kecuali urusan mendesak seperti anggota keluarga yang sakit, meninggal, atau ada surat tugas. Akan adapula sweaping acak di destinasi wisata untuk memastikan warga yang datang sehat.

Baca juga: Penumpang di Bandara YIA Melonjak

Pada tanggal 6-17 Mei 2021 juga akan ada patroli keamanan. Menurut Kepala Satpol PP Kota Jogja Agus Winarto, patroli yang melibatkan 454 personel terbagi dalam tiga shift. Salah satu sasarannya operasi acak di destinasi wisata dan tempat parkir. “Jadi wisatawan yang datang, akan kami cek dokumen kesehatan dan surat perjalanannya,” kata Agus.

Untuk wilayah Tugu, Malioboro, dan Keraton (Gumaton) yang biasanya ramai, Satpol PP Jogja juga akan memantau terkait penerapan protokol kesehatan. Tidak hanya terkait 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas) namun juga terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Personel kami yang tersebar di 14 kemantren setiap hari penegakan prokes, edukasi dan penanganan terkait kegiatan yang berpotensi ada keramaian di masyarakat,” kata Agus.