15+ Event Jogja Juli 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Warga Temanggal 1 Purwomartani Kalasan memasang spanduk meminta pemerintah memerhatikan nasib korban pembangunan jalan tol dengan memberikan ganti kerugian yang sepadan, Kamis (10/12/2020)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Warga Temanggal 1, Purwomartani, Kalasan yang terdampak tol Jogja-Solo mulai mempertanyakan kelanjutan musyawarah warga terkait nilai ganti kerugian lahan terdampak.
Saat ini, tim appraisal sedang melakukan penilaian lahan, bangunan dan tanaman bagi warga terdampak di padukuhan Cupuwatu dan Kadirojo 2. Adapun padukuhan Temanggal 1 sudah dilakukan penilaian oleh tim appraisal pada Desember tahun lalu.
Ketua RT 04 RW 02 Dusun Temanggal 1, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Iwan Setiawan mengatakan tim appraisal sudah turun setelah melakukan penilaian di padukuhan Temanggal 2 dan Kadirojo 2. Hanya saja, saat kegiatan musyawarah warga hingga proses pencairan ganti kerugian, warga terdampak di Temanggal 1 tidak termasuk yang diikutsertakan.
Baca juga: Dampak Libur Lebaran Terlihat, Kasus Covid-19 Naik 15,1%
"Waktu itu baru Temanggal 2 dan Kadirojo 2. Sementara warga Temanggal 1 masih menunggu kapan kegiatan musyawarah warga terdampak digelar. Sampai saat ini belum ada kejelasan," kata Iwan kepada Harianjogja.com, Jumat (4/6/2021).
Menurut Iwan, warga sudah pasrah dengan rencana pembangunan jalan tol Jogja Solo tersebut. Hanya saja saat ini, warga mempertanyakan kejelasan waktu kegiatan musyawarah warga terdampak digelar. "Ini agar ganti kerugiannya bisa cepat dicairkan. Dan warga bisa secepatnya mencari tanah pengganti," papar Iwan.
Iwan beralasan, saat ini banyak lahan pengganti yang sudah dibeli oleh warga terdampak tol lainnya baik dari Temanggal 2 maupun Kadirojo 2. Padahal sebagian besar lahan terdampak berstatus tanah pekarangan dan bukan tanah persawahan. Di RT 4, katanya ada sekitar 5 warga yang lahannya terdampak sementara sebagaian besar lahan pekarangan terdampak berada di RT 5.
Baca juga: Pekan Depan, Pedagang Pasar di Sleman Mulai Diberi Vaksin Covid-19
Sebagian besar lahan pekarangan tersebut digunakan untuk rumah tinggal warga. Jika lahan terdampak dibuat tol maka warga harus mencari lahan untuk membangun rumah. Apalagi sudah banyak lahan persawahan lainnya yang tidak terdampak dibeli oleh warga terdampak lainnya.
"Nah mumpung saat ini musim kemarau, kalau ganti kerugiannya dicairkan kan warga bisa segera membangun atau mencari lahan pengganti. Tidak nunggu-nunggu seperti ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.