Asal-usul Padukuhan Banyu dan Kisah Warga yang Masih Kesulitan Air
Padukuhan Banyu di Semin, Gunungkidul, masih menghadapi kesulitan air bersih saat kemarau. Nama yang berarti air menyimpan kisah sejarah dan legenda.
Suasana kawasan Pantai Gesing di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Jumat (14/12/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Kalurahan Girikarto, Panggang menutup obyek wisata di Kawasan Pantai Gesing di Dusun Bolang. Kebijakan ini berlaku mulai Selasa (30/6/2021) hingga Rabu (7/7/2021) mendatang.
Penutupan dilakukan karena ada petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) yang dinyatakan positif corona. Selain itu, di kawasan tersebut ada tiga warga yang meninggal dunia karena corona.
Lurah Girikarto, Tuyadi mengatakan, kebijakan penutupan kawasan Pantai Gesing bukan tanpa alasan. Menurut dia, penutupan sudah melalui proses musyawarah kalurahan dan konsultasi dengan Panewu Panggang serta Dinas Pariwisata Gunungkidul.
“Tidak ada masalah dengan kebijakan ini karena sudah sesuai dengan instruksi bupati tentang Perpanjangan PPKM Mikro. Penutupan mulai kemari [Selasa 30/6] hingga 7 Juli mendatang,” kata Tuyadi saat dihubungi wartawan, Kamis (1/7/2021).
Dia menjelaskan, penutupan disebabkan adanya salah seorang petugas TPS yang dinyatakan positif corona. Berawal dari seorang petugas ini, keempat temannya mengalami sakit sehingga dilakukan tes PCR. Namun demikian sampai Kamis siang, hasil tes keempat petugas TPR belum muncul.
Baca juga: Kustini Pastikan Tak Akan Tutup Tempat Wisata di Sleman
Tuyadi mengungkapkan, dalam rentang waktu tiga hari ada tiga warga yang meninggal dunia karena corona. Satu korban merupakan nenek dari petugas TPR yang dinyatakan positif. Sedangkan dua korban lainnya masih tetangga karena meski beda RT, masih dalam satu lingkup di Dusun Bolang. “Senin [29/6/2021] ada dua yang meninggal dunia dan Rabu [30/1/2021] ada satu lagi meninggal karena corona,” katanya.
Kebijakan penutupan maka seluruh destinasi wisata mulai dari Gesing, Taman Watu, Teras Kaca, HeHa Ocean View hingga Puncak Segoro ditutup sementara waktu. “Tidak hanya di kawasan Gesing, di Pantai Kesirat juga ditutup karena ada petugas TPR yang sakit sehingga diikutkan dalam tes corona,” imbuh Tuyadi.
Penutupan destinasi wisata terlebih dahulu dilakukan di Bukit Paralayang Watugupit di Kalurahan Giricahyo, Purwosari. Lurah Giricahyo, Suparyana mengatakan, penutupan dilakukan mulai 24 Juni hingga 8 Juli. Meski demikian, penutupan bisa diperpanjang apabila hasil tes ditemukan banyak pelaku wisata di Bukit Paralayang yang terkonfirmasi positif corona.
“Hasil tes belum keluar semua. Hingga Kamis siang sudah ada satu pelaku wisata yang dinyatakan positif. Jadi, kmai masih menunggu hasil pengetesan secara keseluruhan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Padukuhan Banyu di Semin, Gunungkidul, masih menghadapi kesulitan air bersih saat kemarau. Nama yang berarti air menyimpan kisah sejarah dan legenda.
MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno menjadi seri krusial perebutan gelar dunia. Ducati difavoritkan, tetapi KTM dan Aprilia siap memberi kejutan.
Madu dinilai lebih sehat dibanding gula putih karena mengandung antioksidan dan nutrisi tambahan. Namun konsumsi berlebihan tetap berisiko bagi kesehatan.
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Rupiah menguat ke Rp17.709 per dolar AS, ditopang sentimen damai AS-Iran, penurunan harga minyak, dan kenaikan suku bunga BI.
Muharam menyimpan banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam, mulai dari kisah Nabi Musa hingga tragedi Karbala yang penuh pelajaran dan hikmah.