108 Posyandu di Bantul Belum Penuhi Standar Layanan Aktif
Sebanyak 108 posyandu di Bantul belum memenuhi indikator Posyandu Siklus Hidup Aktif. Dinkes Bantul menargetkan seluruh posyandu memenuhi standar layanan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Keluarga seorang debitur atas nama Avilio Argananta, 35, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh petugas leasing di Kota Jogja. Dugaan penganiayaan itu terjadi setelah Avilio terlambat membayar angsuran seminggu dari waktu jatuh tempo.
Insiden itu terjadi pada 31 Mei lalu tepatnya di rumah Avilio yang berada di kawasan Jombor. Awalnya, dirinya meminjam uang di salah satu perusahaan leasing di Kota Jogja dengan nilai Rp41 juta dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) roda empat miliknya menjadi jaminan.
"Angsurannya 12 kali pembayaran dan jatuh tempo itu di tanggal 23 kebetulan karena saya gajiannya akhir bulan makanya pembayaran sedikit telat sekitar satu pekan," kata dia, Rabu (28/7/2021).
Pada malam hari di 31 Mei sekitar pukul 19.00 Wib, dirinya didatangi oleh beberapa orang yang mengaku staf dari perusahaan leasing itu. Mereka hendak menagih angsuran mobil senilai Rp4.235.000. "Malam itu saya masih menunggu transferan masuk, tapi mereka ini tidak sabar dan meminta jaminan berupa motor yang ada di rumah saya atau mobil akan ditarik saat itu juga," ungkapnya.
BACA JUGA: Kapasitas Selter di Sleman Tak Sebanding dengan Jumlah Pasien
Dirinya telah menjelaskan mobil yang digunakan sebagai jaminan tidak ada di tempat karena masih dipakai untuk operasional. Namun, pihak leasing disebut memaksa dan akhirnya Avilio meminta surat tugas yang dikeluarkan oleh kantor lessing soal penarikan mobil jaminan.
Dia juga bingung, pasalnya perusahaan leasing tidak lebih dulu mengeluarkan surat peringatan pertama karena keterlambatan membayar dan ujug-ujug langsung hendak menarik mobil jaminan. Saat dirinya meminta surat tugas penarikan, petugas leasing mulai emosi dan disebut membentak-bentak ibunya. "Karena mereka yang salah satunya mengaku sebagai supervisor membentak bentak ibu saya, adik saya meminta pihak leasing untuk keluar dari rumah, karena ibu saya sudah terancam dan merasa tidak nyaman," ujarnya.
Namun, salah satu dari mereka justru menanduk adik Avilio hingga kepalanya terbentur tembok dan jatuh terluka. Adiknya mengalami luka pada bagian bibir dan mesti mendapat perawatan di rumah sakit. "Lalu mereka juga teriak-teriak di luar rumah, memanggil warga meneriakkan kalau kami adalah keluarga ruwet, dan telah menggelapkan mobil, karena mobil tidak di tempat. Intinya mereka sengaja mempermalukan keluarga kami di depan umum," imbuhnya.
Atas insiden itu, pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Polda DIY dengan dua laporan yakni dugaan penganiayaan dan pencemaran nama baik. Dirinya berharap polisi dapat mengusut tuntas insiden itu demi mencegah kejadian serupa terjadi lagi ke masyarakat lain. "Sudah laporan ke Polisi, OJK dan juga Ombusdman. Harapan kami bisa segera diproses dan pelaku ditemukan," ungkapnya.
Kasubbag Humas Polres Sleman, Iptu Edy Widaryanta mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memproses laporan itu. "Masih diproses di Satreksrim," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 108 posyandu di Bantul belum memenuhi indikator Posyandu Siklus Hidup Aktif. Dinkes Bantul menargetkan seluruh posyandu memenuhi standar layanan.
Komisi III DPR mendesak aparat memburu seluruh aset dan aliran dana Eks Jampidsus FA serta mendukung pembentukan panja pengawasan kasus.
Penghentian jaringan 2G dinilai berpotensi dipercepat usai lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, namun migrasi jutaan pengguna masih jadi tantangan.
DPRD Kulonprogo meminta evaluasi SPMB SD-SMP setelah banyak SDN dan SMPN kekurangan murid. Disdikpora menyiapkan regrouping sekolah.
Sebanyak lebih dari 120 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti Impact Circle 2026, seminar dan workshop pengembangan diri yang diinisiasi oleh AIESEC
UGM memperluas pengembangan padi Gamagora di Madiun dengan Living-Lab dan 300 kg benih untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan.