Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Sosial Gunungkidul memastikan tidak ada komplain tentang penyaluran bantuan sosial beras. Total penerima bantuan ini mencapai 95.371 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Hadi Hendro Prayogo mengatakan, tidak ada masalah berkaitan dengan penyaluran bansos beras. Pasalnya, semua sasaran penerima bantuan sebanyak 95.371 Kepala Keluarga sudah menerima beras seberat sepuluh kilogram.
“Terakhir penyaluran dilaksanakan pada 14 Agustus lalu dan seluruh KPM menerimanya,” kata Hendro, Rabu (18/8/2021).
Baca juga: Proyek Talut Pantai Baron Rp2,8 Miliar Bermasalah, Pemborong Terancam Di-blacklist
Selain kepastian seluruh warga penerima manfaat telah mendapatkan bantuan, ia juga mengungkapkan hingga sekarang tidak ada yang mengeluh berkaitan dengan kualitas beras yang terdistribusi. Untuk pengawasan, Dinas Sosial sudah menginstruksikan pendamping PKH dan Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) guna membantu mengawasi penyaluran.
“Tidak ada laporan. Ini berarti tidak ada masalah berkaitan dengan kulitas berasnya,” katanya.
Hendro menambahkan, dampak dari pandemi corona ada sejumlah bantuan sosial yang diberikan masyarakat, baik yang bersumber dari dana Pemerintah Pusat maupun dari Pemkab Gunungkidul.
Baca juga: 2,3 Persen Warga DIY Terjerat Narkotika
Untuk bantuan sembako dari pemkab, Dinas Sosial sudah menyelesaikan tambahan 1.000 paket yang diberikan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri. Sedangkan bantuan yang bersumber dari APBN sudah diselesaikan penyaluran bantuan sosial tunai untuk 28.228 KPM.
Praktis dengan selesainya penyaluran BST sebesar Rp300.000 per bulan, maka bantuan yang masih berjalan tinggal program reguler untuk sembako (Bantuan Sosial Non Tunai) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Adapun untuk program lainnya, hingga sekarang belum ada instruksi guna penyaluran.
“Tinggal sembako dan PKH. Untuk program baru belum ada informasi dari kementerian,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengatakan, untuk bansos beras pelaksaaan bekerjasama dengan Bulog. Adapun penerima merupakan akumulasi penerima PKH dan Bantuan Sosial Tunai. “Jadi totalnya ada 95.271 penerima dengan diberikan beras sekali dan masing-masing menerima seberat 10 kilogram,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.
RAPBN 2027 menargetkan pendapatan Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun, dengan defisit dipersempit menjadi 2,4% terhadap PDB.
Gempa M7,7 mengguncang Flores dan terasa kuat di Sikka. Bupati Sikka meminta warga tenang serta waspada terhadap potensi tsunami.