Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ines salah seorang pedagang yang menjual cabai di pinggir jalan di Kota Wonosari, Senin (23/8/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga cabai rawit di Gunungkidul anjlok drastis. Di awal Maret lalu, harganya sempat menembus Rp120.000 per kilogram, tapi untuk saat ini dijual Rp12.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang, Ines mengatakan, terpaksa menjual cabai di pinggiran jalan di Kota Wonosari. Menurut dia, hampir semua cabai harganya turun. Sebagai contoh untuk cabai rawit merah dijual Rp12.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting merah dijual Rp7.000 per kilogram. “Harganya murah. Beda dengan beberapa bulan lalu yang tembus di atas Rp100.000 per kilogram,” katanya, Senin (23/8/2021).
BACA JUGA: Anggota DPRD Bantul Dipukul hingga Berdarah Saat Melerai Tetangga Bertengkar! Massa Kepung Polsek
Ines mengungkapkan harga cabai yang terus anjlok sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Ia tidak tahu persis penyebab harga anjlok, namun dari sisi ketersediaan stok sangat melimpah di pasaran.
Salah seorang petani cabai di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Arif Sulistyo membenarkan harga cabai sedang anjlok. Ia menilai harganya sedang tidak bersahabat ke petani karena harganya sangat murah.
“Untuk cabai keriting merah dihargai Rp6.000 di tingkat petani. Sedangkan untuk cabai rawit merah dibeli dengan harga Rp9.000 per kilonya,” katanya.
Menurut dia, harga cabai yang murah sudah berlangsung sejak dua pekan ini. Penyebabnya karena panen yang melimpah sehingga stok di pasaran di setiap kota banyak tersedia. Akibatnya harga menjadi anjlok karena di tingkat pasaran dijual murah.
Arif mengakui anjloknya harga cabai sangat merugikan petani karena modal yang dikeluarkan mencapai jutaan rupiah agar bisa panen. Kondisi ini berbeda dengan harga jual beberapa bulan lalu atau tepatnya pada Maret yang melambung tinggi hingga Rp120.000 per kilogram untuk cabai rawit.
BACA JUGA: Pengawasan Pelancong Malioboro Dimulai dari Kedatangan Bus
Ia pun berharap ada kestabilan harga sehingga tidak ada yang dirugikan. Pasalnya, jika harga terlalu tinggi konsumen yang dirugikan. Sedangkan saat harganya rendah, petani yang dirugikan. “Jangan naik turun, kalau bisa terus stabil sehingga ada kepastian harga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.