Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pelaku menunjukkan cara menggunakan alat skimming di Polda DIY, Selasa (7/9/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Sindikat skimming yang telah menjadi buron sejak April lalu akhirnya tertangkap di Jawa Tengah. Tiga orang digelandang ke Polda DIY, menyusul satu anggota sindikat yang telah terlebih dahulu diringkus pada Juli lalu.
Wadireskrimsus Polda DIY, AKBP FX Endriadi, menjelaskan tiga tersangka yang ditangkap meliputi P, laki-laki 44 tahun warga Wonogiri, Jawa Tengah; S alias AB, laki-laki 52 tahun warga Wonogiri, Jawa Tengah; dan A alias YKY, laki-laki 53 tahun warga Sukoharjo, Jawa Tengah.
BACA JUGA: DIY PPKM Level 3, Ini Aturan Lengkap yang Berlaku
“Kami menyita barang bukti berupa 11 kartu ATM beberapa bank, 17 KTP palsu, satu unit laptop merek Toshiba, satu unit mesin pengopi data kartu ATM, satu unit mesin pencetak data kartu ATM merek DEFTUN seri MSR-X6BT, satu unit kamera pengintai portabel,” ujarnya, Selasa (7/9/2021).
Salah satu anggota sindikat yang sebelumnya telah tertangkap yakni TH, laki-laki 28 tahun, yang saat ini tengah menjalani proses persidangan. Ia ditangkap atas dasar laporan dari seorang korban Bernama Renata Nurmasari, yang melapor Polda DIY pada April lalu.
W bertugas menyediakan kartu ATM kosong untuk mengkopi data hasil penggandaan ATM korban. W juga berperan mengalihkan perhatian korban. S berperan menggandakan data pada ATM milik Korban dengan alat Mini Skimmer.
Kemudian P berperan membeli mini skimmer secara online dan meminjamkannya untuk melancarkan aksi skimming. TH berperan mentransfer uang dari ATM hasil penggandaan ke ATM miliknya. Mereka beraksi dengan modus berpura-pura akan melakukan transfer melalui agen bank.
Korban atau pelapor merupakan agen Brilink. Setelah para pelaku ini mendatangi dan menggandakan data ATM korban, pada September 2020 mereka melakukan transfer dari ATM tersebut totalnya sebanyak Rp21,5 juta. Dari situ korban mendapat notifikasi melalui SMS. Karena merasa tidak melakukan transfer, korban pun melaporkan kejadian ini kepada polisi pada April 2021.
Berdasarkan pelacakan polisi pada aktivitas transfer mencurigakan tersebut, didapati identitas TH, yang kemudian tertangkap pada Juli lalu. Dari hasil pemeriksaan, sindikat ini diduga telah melancarkan aksinya sedikitnya sebanyak 14 kali di sejumlah lokasi, meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
BPPTKG menguji sirine EWS Kali Talang dan aplikasi Smart di Balerante, Klaten, untuk mendukung peringatan dini dan simulasi evakuasi Merapi.
Persib dan Persija mengecam penyerangan rombongan Persib EPA U-18 di Rest Area KM 360 Batang. Kedua klub meminta kasus diusut tuntas.
Davide Tardozzi mengakui keunggulan Aprilia usai MotoGP Mandalika. Ducati menatap Phillip Island di tengah persaingan gelar yang ketat.
Komisi IV DPRD Kulonprogo memantau pelaksanaan kebijakan disabilitas, ketenagakerjaan, dan pariwisata. Sebanyak 90% karyawan PT Indonesia Plafon Semesta berasal
Apple mengonfirmasi acara rumah pintar 13 Oktober. MacBook Pro OLED, iMac M6, dan iPad Mini baru dirumorkan hadir pada akhir bulan.