Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Gubernur DIY sekaligus Raja Ngayogyakarta saat menyaksikan aktivitas penambangan pasir yang merusak alam, Sabtu (11/9/2021). /Ist-Dok pribadi
Harianjogja.com, SLEMAN- Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta dinas terkait untuk menutup penambangan pasir ilegal di sekitar lereng Merapi. Selain merusak alam, penambangan pasir ilegal tersebut sudah berdampak kesulitan warga mencari akses air bersih.
"Ingsun kagungan kersa : Gunung bali gunung, kuwi opo sing bisa tak andhareke marang sliramu kabeh, muga-muga bisa kelaksanan [Saya punya keinginan: gunung kembali menjadi gunung. Itu apa yang bisa saya umumkan pada kalian semua, semoga bisa terlaksana]," ujar Raja Ngyogyakarta Hadiningrat tersebut di hadapan sejumlah warga dan kelompok tani saat beranjangsana di Aula Kalurahan Hargobinangun, Pakem, Sabtu (11/9/2021).
Pertemuan Sultan dengan warga di Aula Kalurahan Hargobinangun juga dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan Lurah Hargobinangun Amin Sarjito.
Baca juga: Kaliurang Tutup, Wisatawan Tetap Berdatangan karena TPR Tak Dijaga
Sultan menginginkan gunung harus dikembalikan sebagaimana mestinya gunung di mana bentang alam lereng Merapi yang awalnya gunung harus kembali menjadi gunung. Hal itu diucapkan Sultan selepas berkeliling meninjau dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir secara sembrono.
Dalam kunjungannya ke lereng Merapi, Sultan mengajak permaisurinya GKR Hemas dan putri keduanya GKR Condrokirono serta cucunya, RM Gusti Lantika Marrel Suryokusumo. Kunjungan yang dilakukan tanpa protokoler itu dimanfaatkan Sultan untuk berkeliling di sejumlah lokasi penambangan.
Mereka menggunakan mobil berpenggerak empat roda, menjelajahi kawasan lereng Merapi. Sultan menyaksikan sendiri lokasi-lokasi penambangan yang rusak yang selama ini tersembunyi. Di antara lokasi yang dikunjungi adalah, Kali Gendol, Kali Opak, Kali Kuning baik di Umbulharjo, Argomulyo, Glagaharjo, Kepuharjo, Cangkringan.
Baca juga: Uji Coba Pembukaan Wisata di DIY Diharapkan Berdampak ke Wisata Lain
Selama lebih dari empat jam berkeliling, Sultan menemui berbagai elemen masyarakat terdampak pertambangan. "Warga sudah lama mengalami kesulitan air akibat muka air tanah yang turun karena penggalian lokasi tambang. Apalagi yang ditambang ini statusnya adalah Sultan Ground, kami nyuwun dhawuh Ngarsa Dalem," ungkap seorang warga yang hadir.
Sejumlah perwakilan kelompok tani Hargobinangun memohon kepada Sultan untuk menutup penambangan, terutama yang ada di Kali Kuning. "Penambangan pasir dengan alat berat di lereng Merapi mohon segera dihentikan, Ngarso Dalem," pinta perwakilan Paguyuban Peduli Kali Kuning, Nur Ahmad, kepada Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Joan Mir meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Gresini pada MotoGP 2027. Ia mengaku sempat berharap Honda kembali kompetitif.
Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026 menampilkan Amri/Nita dan Leo/Daniel. Simak jam, lawan, venue, dan siaran langsung.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.