Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi/Antara-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mengizinkan pembelajaran tatap muka di sekolah sejak Selasa (14/9/2021). Wali murid menyambut baik kebijakan ini karena pembelajaran di sekolah dinilai lebih efektif dibandingkan metode belajar secara online.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul Ali Ridlo mengatakan sudah membuat surat edaran pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terabtas sejak Senin (13/9/2021). Adapun dasar edaran ini mengacu aturan yang tertuang di instruksi dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tekenologi.
BACA JUGA: Nadiem Temui Sultan Bahas PTM di DIY, Ini yang Dibicarakan
“Sudah ada edaran tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka sekolah. tapi untuk pelaksanaannya baru mulai dilaksanakan hari ini,” katanya kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).
Dia menjelaskan, ada beberapa peraturan yang harus ditaati oleh sekolah berkait dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. Selain mematuhi protokol kesehatan, kapasitas siswa juga dibatasi maksimal sebanyak 50% di setiap kelasnya untuk SD dan SMP. Sedangkan untuk PAUD dibatasi maksimal 33% dari kapasitas normal. Adapun durasi waktu belajar tidak dibatasi karena sepenuhnya diserahkan ke masing-masing sekolah.
“Saya juga sudah melihat pelaksanaan tatap muka di SD di Kalurahan Kemiri, Tanjungsari. Sudah berjalan, tapi belum semua murid masuk,” ungkapnya.
Ali menggatakan mata pelajaran yang diberikan harus ada penyesuaian agar anak tidak kaget. “Jadi bersosialisasi dulu dan pelajarannya yang ringan-ringan. Jangan langsung dibebani dan pertemuan juga tidak boleh terlalu lama,” katanya.
BACA JUGA: Pekan Depan 50 SMA & SMK DIY Sudah Mulai Pembelajaran Tatap Muka
Salah seorang wali murid dari SD Negeri Paliyan IV di Kalurahan Karangduwet, Paliyan Ganjar Fitriana mengaku senang dengan dimulainya sekolah tatap muka. Pembelajaran tatap muka dilaksanakan selama dua jam dan dibuat dua sesi, yakni pagi dan siang. “Mulai hari ini anak saya belajar di sekolah,” katanya.
Meski durasi di sekolah belum kembali normal, Ana mendukung kebijakan ini karena bisa mengurangi durasi anak memegang gawai di rumah. “Lega rasanya karena bisa sekolah lagi. Tentunya dengan tatap muka, maka anak bisa lebih paham pelajaran yang diterangkan oleh guru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.