Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
GKR Mangkubumi bersama Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memetik strawberry dari perkebunan warga kalitengah Lor, Sabtu (9/10/2021). ist
Harianjogja.com, SLEMAN--Cangkringan memiliki sejumlah potensi pertanian, salah satunya yakni komoditas strawberry. Dengan kualitas yang bagus dan rasa yang enak, strawberry dari petani Cangkringan ini berpotensi untuk dipasok kepasar modern.
Hal ini disampaikan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi yang meninjau potensi ekonomi dari perkebunan dan pertanian di lereng Merapi, tepatnya di Kalurahan Glagaharjo dan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sabtu (9/10/2021).
Peninjauan pertama dimulai dari lahan pertanian cabai dan timun milik salah satu warga di Dusun Kalitengah Kidul, kemudian dilanjutkan ke Teras Merapi, lalu perkebunan strawberry di Klangon, Dusun Kalitengah Lor dan terakhir di Dusun Petung, Kepuharjo.
Menurutnya buah strawberry dari hasil pertanian tersebut rasanya enak dan berpotensi untuk bisa menjadi pemasok di pasar modern atau supermarket. “Semangat Masyarakat disini patut diapresiasi, potensi strawberry ini sangat bagus buat para petani guna menambah nilai perekonomian masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA: Wisata untuk Anak Dibuka, Pengunjung Gembira Loka Zoo Membeludak
Salah satu anggota KWT Kalitengah Lor, Sri Rahayu, menuturkan hampir 100 persen warga yang menanam strawberry ini ikut mendukung agrowisata bukit klangon sehingga bisa meningkatkan nilai tukar petani untuk wisatawan. Warga Klangon sudah menanam sebanyak 40.000 dari target 50.000 tanaman strawberry dan diharapkan pada akhir bulan Desember bisa diresmikan Kampung Strawberry.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke perkebunan kopi di Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan.GKR Mangkubumi didampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa berkesempatan memetik biji kopi. Selain memetik kopi, keduanya juga melakukan penanaman pohon kopi di salah satu perkebunan warga dusun Petung.
“Kopi Merapi mempunyai rasa yang enak dan merupakan ciri khas dari Kabupaten Sleman. Kita harus lebih giat ikut serta memasarkan kopi Merapi ini agar masyarakat di luar Sleman juga mengetahui enaknya kopi Merapi,” kata Danang.
Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Kepuharjo, Sumijo, mengatakan biji kopi hasil dari petani kopi ini telah dijual dalam bentuk kopi kering dan ada juga yang dalam bentuk bubuk kopi. “Permintaan semakin hari semakin meningkat, ini dikarenakan kopi Merapi mulai diminati oleh masyarakat luas, kadang kami kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Indonesia unggul 6-1 atas Bangladesh di babak pertama FIFA Asean Cup 2026. Mitchell Baker mencetak empat gol untuk skuad Garuda.
Kebakaran Trans Home Sleman menewaskan diduga dua korban yang ditemukan berdekatan di lantai tiga dan dievakuasi ke RS Bhayangkara.
UMBY menyiapkan akreditasi Unggul dengan meningkatkan mutu, fasilitas, dan SDM, sekaligus mengajukan Magister Manajemen dan S-3 Psikologi.
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Politik uang di Magelang dicegah lewat 41 Desa Anti Politik Uang dan tujuh Desa Pengawasan dengan penguatan peran masyarakat.